Pedagang Keluhkan Kenaikan Harga Lapak di Pesta Rakyat Cibaliung, Panitia Sebut Masalah Penjualan di Tangan Desa

AKURAT BANTEN - Sejumlah pedagang di acara Pesta Rakyat Cibaliung (PRC) yang digelar di Lapangan Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, mengeluh lantaran harga lapak yang terus naik setiap tahunnya. Senin (12/8/24)
"Itu aja sih kita mah pedagang bingung, tiap tahun harga lapak naik terus, padahal hari rame jualan cuma di hari H pas 17 agustus," kata Hanira warga Bandung, salah satu pedagang di Pesta Rakyat Cibaliung kepada banten.akurat.co.
Ia mengaku, biaya untuk lapak lebih besar daripada keuntungan yang didapatnya saat berjualan di acara Pesta Rakyat Cibaliung.
Baca Juga: Oknum Kades Karangnunggal Dilaporkan Ke Polisi, Diduga Intimidasi dan Lecehkan Profesi Wartawan
"Kadang dihitung-hitung dari keuntungan yang kita dapat jualan dsini, lebih besar untuk lapak daripada yang kita dapat," jelasnya.
Menurutnya, panitia Pesta Rakyat Cibaliung itu menaikan harga karena yakin para pedagang itu butuh lapak jadi akan tetap dipaksakan dibeli walaupun dengan harga mahal.
"Ya cuma mau gmna lagi, namanya kita butuhkan, jadi sama panitia juga gitu dinaikin terus harga lapaknya," cetusnya
Kata Hanira, jika panitia terus menaikan harga lapak untuk pedagang kemungkinan tahun depan akan lebih sedikit lagi yang membeli lapak di acara Pesta Rakyat Cibaliung.
"Kalau harganya tiap tahun dinaikin terus untuk selanjutnya mungkin banyak pedagang yang gak masuk lagi, soalny berat diharga," tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sujana ketua Pesta Rakyat Cibaliung (PRC), saat dikonfirmasi banten.akurat.co menyayangkan harga kavling lapak untuk para pedagang yang saat ini terbilang mahal.
Kata Sujana, Panitia PRC hanya fokus pada kegiatan hiburan dan tidak ikut campur dalam penataan dan penjualan kavling untuk pedagang.
"Kami hanya fokus mengurus kegiatan agar tetap berjalan, kalau kavling itu di garap oleh Desa Sukajadi, karena lokasi kegiatannyaada di Desa Sukajadi," cetusnya.
Sujana mengakui, hal itu adalah kelemahan dari tubuh panitia Pesta Rakyat Cibaliung yang tidak tau menau terkait penjualan lapak pedagang.
"Jadi memang kelemahan utama kita adalah dipersoalan kavling, mengapa demikian, yang pertama memang sepenuhnya itu sudah dikuasai oleh teman-teman di desa, desa membentuk panitia kavling," ungkapnya.
Kata Sujana, mahalnya harga kavling bisa jadi disebabkan oleh para broker yang mencari keuntungan dengan membeli kavling terlebih dahulu kepada panitia.
Kemudian broker tersebut menjual lagi kepada para pedagang yang hendak berjualan di Pesta Rakyat Cibaliung.
Baca Juga: Orasi Ilmiah di Untirta, Airin Bicara Tantangan dan Proyeksi Kemajuan Daerah
"Ketika harga ditetapkan sama panitia phbn ataupun prc ataupun desa, misalnya harganya ditetapkan Rp700.000, Rp600.000 atau Rp800.000 ini oknum-oknum dibalik itu mereka kadang-kadang belinya 10 kavling, kelemahan kita itu tidak bisa mengcounter itu semua," paparnya.
"Misalnya kamu udah beli segini kamu jualnya segini aja, gak bisa, jadi oknum ini terlalu banyak, misalnya beli Rp800.000 dari panitia dijual lagi 1,5 juta bahkan ada yang 2 juta, mungkin ada yang 2,5 juta. Ini sebetulnya orang-orang yang tidak berpikir panjang ini permasalahan klasik dari dulu memang begitu," imbubnya.
Ia menegaskan akan membenahi hal-hal tersebut karena menginginkan PRC ini tetap ramai dan bisa dinikmati semua kalangan.
"Kita berupaya mudah-mudahan kedepan ada solusi terbaik terutama dari sistem harus seperti apa, ini dalam masa kajian dan ini menjadi PR besar bagi kami panitia termasuk tokoh-tokoh masyarakat," jelasnya.
"Semalam juga beberapa orang perwakilan ngobrol, kami minta dukungan dan arahan agar kedepan ini permasalahan kavling menjadi hal yang wajar harganya, jangan sampai seperti sekarang, pastinya akan ada pembenahan," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Terungkap di Sidang MK, Bawaslu Sempat Terkendala Akses Data Pendidikan Gibran
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik






