Efek Konsumsi Daging Kucing bagi Kesehatan, Dilakukan oleh Bapak Kos di Semarang

AKURAT BANTEN - Seorang pria pemilik kos di Semarang ditetapkan sebagai tersangka karena ulahnya memakan daging kucing liar. Daging kucing memiliki efek membahayakan bagi kesehatan jika dikonsumsi.
Kini pemilik kos pun telah menjalani pemeriksaan dengan kepolisian. Menurut pemeriksaan polisi, pelaku mengaku sudah mengonsumsi daging kucing sejak tahun 2010. Total kucing yang sudah dimakan sebanyak 10 ekor.
Baca Juga: Alasan Iptu Rudiana Tidak Hadir Ritual Sumpah Pocong, Itu Adalah Musyrik
Pelaku ditangkap setelah sebuah video yang diunggah akun @three.in.onee mengunggah video yang berisi rekaman suara NY yang mengaku memasak dan memakan daging kucing viral di media sosial.
Berdasar pengakuan, ia makan daging kucing untuk mengobati penyakit diabetes yang dideritanya.
Lantas apakah memakan daging kucing dapat mengobati diabetes?
Mengutip dari laman resmi kemenkes.go.id, kucing merupakan hewan peliharaan dan diatur dalam UU No.41 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan.
Baca Juga: Saka Tatal Lakukan Ritual Sumpah Pocong, Buktikan Dirinya Bukan Pembunuh Vina
Undang-undang tersebut membedakan ternak dan hewan peliharaan. Secara umum, daging kucing bukan produk yang masuk kriteria untuk dikonsumsi manusia.
Konsumsi daging kucing tidak dapat mendapat jaminan keamanan pangan. Kucing bukan termasuk hewan yang bisa disembelih.
Mengonsumsi daging kucing tidak dapat mengobati diabetes. Namun sebaliknya, memakan daging kucing dapat memunculkan efek pada kesehatan secara jangka panjang.
Berikut bahaya mengonsumsi daging kucing bagi kesehatan.
Baca Juga: Kemendagri Berikan Penghargaan Pada Pemkab Lebak, Di Bidang Pengelolaan Aset Desa Tepat Waktu
Infeksi Penyakit Toksoplasmosis
Efek mengonsumsi daging kucing yang pertama adalah dapat menyebabkan infeksi penyakit toskoplasmosis.
Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Meski hewan lain juga memiliki risiko paparan parasit ini, kucing diketahui menjadi inang utama T. gondii dengan berkembang biak di saluran ususnya.
Penyakit Lyme
Efek mengonsumsi daging kucing bagi kesehatan selanjutnya adalah dapat menyebabkan penyakit lyme.
Penyakit lyme merupakan indeksi akibat bakteri Borrelia burgdorferi atau Borrelia mayoniii. Kedua bakteri tersebut disebarkan melalui gigitan kutu kucing.
Gejala infeksi Lyme meliputi demam, sakit kepala, kelelahan, hingga ruam kulit khas yang disebut eritema migrans. Masalah kesehatan ini bisa diobati, tetapi mungkin menyebabkan efek samping jangka panjang.
Baca Juga: Mencengangkan! Pemerintah Sebut Siapkan Bonus Rp6 Miliar untuk Peraih Medali Emas di Olimpiade 2024
Infeksi Bakteri Clostridium Botulinum
Efek makan daging kucing selanjutnya adalah risiko infeksi bakteri Clostridium botulinum. Bakteri tersebut dikatakan dapat menghasilkan racun berbahaya (toksin botulinum) dan memicu kondisi botulisme.
Meski relatif jarang terjadi, infeksi yang dapat menular melalui makanan ini terhitung serius. Bakteri Clostridium botulinum menyebabkan toksin botulinum yang terbentuk dalam makanan terkontaminasi.
Parahnya lagi, spora yang dihasilkan oleh bakteri tersebut tahan panas dan tersebar luas di lingkungan. Termasuk anaerobik, bakteri ini berkecambah, tumbuh, dan mengeluarkan racun saat tidak ada oksigen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









