Banten

Olok-olok Gerakan Sholat Dan Surat Al-fatehah! Ketua MUI KH Cholil Nafis Tegur Ketum PAN Zulkifli

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 20 Desember 2023, 18:09 WIB
Olok-olok Gerakan Sholat Dan Surat Al-fatehah! Ketua MUI KH Cholil Nafis Tegur Ketum PAN Zulkifli

AKURAT BANTEN - Ketua MUI Asrorun Niam mengingatkan Zulhas tak bercanda membawa agama, Candaan Zulhas soal tahiyat dan ucapan amin usai salat Magrib itu viral di media sosial. Bahkan Zulhas menjadi trending karena dianggap membawa syariat agama untuk candaan.

"Setiap kita harus berhati-hati dengan urusan ibadah, jangan menggunakan ibadah sebagai bahan candaan yang bisa berdampak pada ihanah (mengejek dalam sikap merendahkan)," jelas Niam, Rabu (19/12).

"Tapi intinya setiap kita perlu berhati-hati dalam menyampaikan candaan di ruang publik, apalagi terkait itu masalah agama, masalah suku, masalah ibadah, dan sejenisnya. Agar tidak terjerumus pada hal-hal yang terlarang," tutur Niam.

Ketua MUI KH Cholil Nafis juga mengingatkan Zulhas agar berhati-hati.

"Candaannya kering dan tak lucu. Mungkin bagi sebagian orang merasa agamanya dilecehkan. Tak pas disampaikan Anda itu," tegur Cholil ke Zulhas.

Sebelumnya, Zulhas berkelakar terkait bacaan surat Al-Fatihah dibacakan saat salat Magrib dan tahiyat akhir saat membuka acara Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menhan sekaligus Ketum Gerindra Prabowo Subianto adalah Pembina APPSI. APPSI menyatakan dukungannya pada paslon Prabowo-Gibran.

Di hadapan ratusan peserta, Zulhas berkelakar kini ada masyarakat yang diam setelah surat Al-Fatihah dibacakan saat salat Magrib — seharusnya langsung membaca Aamiin.

"Saya keliling daerah, Pak Kiai, sini aman, Jakarta nggak ada masalah. Yang jauh-jauh ada lho yang berubah. Jadi kalau salat Magrib baca wa ladhdhalliin, baca Al-Fatihah, wa ladhdhalliin, ada yang diem sekarang, Pak. Ada yang diem, loh kok lain," ujar Zulhas, Selasa (19/12), disambut tawa hadirin.

Menurutnya, orang-orang yang terdiam usai bacaan wa ladhdhalliin itu karena mereka cinta pada capres Prabowo Subianto.

Tak hanya itu, Zulhas juga mencontohkan kini banyak orang yang ketika gerakan tahiyatul akhir dalam salat menunjukkan dua jari.

"Itu kalau tahiyatul akhir awalnya gini (nunjuk satu jari) sekarang jadi gini (nunjuk dua jari)," kata Zulhas disambut tawa peserta rakernas.

AMIN dan salam satu jari (jari telunjuk mengacung) merupakan kekhasan dari pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, rival Prabowo-Gibran yang diusung Zulhas dkk. Sedangkan Prabowo-Gibran terkenal dengan salam dua jari (jari telunjuk dan jari tengah).

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.