Olok-olok Gerakan Sholat Dan Surat Al-fatehah! Ketua MUI KH Cholil Nafis Tegur Ketum PAN Zulkifli

AKURAT BANTEN - Ketua MUI Asrorun Niam mengingatkan Zulhas tak bercanda membawa agama, Candaan Zulhas soal tahiyat dan ucapan amin usai salat Magrib itu viral di media sosial. Bahkan Zulhas menjadi trending karena dianggap membawa syariat agama untuk candaan.
"Setiap kita harus berhati-hati dengan urusan ibadah, jangan menggunakan ibadah sebagai bahan candaan yang bisa berdampak pada ihanah (mengejek dalam sikap merendahkan)," jelas Niam, Rabu (19/12).
"Tapi intinya setiap kita perlu berhati-hati dalam menyampaikan candaan di ruang publik, apalagi terkait itu masalah agama, masalah suku, masalah ibadah, dan sejenisnya. Agar tidak terjerumus pada hal-hal yang terlarang," tutur Niam.
Ketua MUI KH Cholil Nafis juga mengingatkan Zulhas agar berhati-hati.
"Candaannya kering dan tak lucu. Mungkin bagi sebagian orang merasa agamanya dilecehkan. Tak pas disampaikan Anda itu," tegur Cholil ke Zulhas.
- Baca Juga: Paket 53 Kg Sisik Trenggiling Dicampur Keripik Singkong, Gagal Terbang ke Hongkong dan Denmark
- Baca Juga: Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba Ditetapkan Tersangka, Langsung Dijebloskan ke Bui
- Baca Juga: Minimnya Pendonor di PMI, ASN Pandeglang Jadi Peserta Donor Darah Pada Momentum HUT Korpri ke-52
Sebelumnya, Zulhas berkelakar terkait bacaan surat Al-Fatihah dibacakan saat salat Magrib dan tahiyat akhir saat membuka acara Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Menhan sekaligus Ketum Gerindra Prabowo Subianto adalah Pembina APPSI. APPSI menyatakan dukungannya pada paslon Prabowo-Gibran.
Di hadapan ratusan peserta, Zulhas berkelakar kini ada masyarakat yang diam setelah surat Al-Fatihah dibacakan saat salat Magrib — seharusnya langsung membaca Aamiin.
"Saya keliling daerah, Pak Kiai, sini aman, Jakarta nggak ada masalah. Yang jauh-jauh ada lho yang berubah. Jadi kalau salat Magrib baca wa ladhdhalliin, baca Al-Fatihah, wa ladhdhalliin, ada yang diem sekarang, Pak. Ada yang diem, loh kok lain," ujar Zulhas, Selasa (19/12), disambut tawa hadirin.
Menurutnya, orang-orang yang terdiam usai bacaan wa ladhdhalliin itu karena mereka cinta pada capres Prabowo Subianto.
Tak hanya itu, Zulhas juga mencontohkan kini banyak orang yang ketika gerakan tahiyatul akhir dalam salat menunjukkan dua jari.
"Itu kalau tahiyatul akhir awalnya gini (nunjuk satu jari) sekarang jadi gini (nunjuk dua jari)," kata Zulhas disambut tawa peserta rakernas.
AMIN dan salam satu jari (jari telunjuk mengacung) merupakan kekhasan dari pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, rival Prabowo-Gibran yang diusung Zulhas dkk. Sedangkan Prabowo-Gibran terkenal dengan salam dua jari (jari telunjuk dan jari tengah).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan



