Guterres Ingatkan Ancaman Krisis Keuangan, Operasional PBB Terancam Bangkrut

AKURAT BANTEN - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres melontarkan peringatan keras terkait kondisi keuangan organisasi dunia tersebut. Dalam surat resmi yang dikirimkan kepada 193 negara anggota, Guterres menyebut PBB berada di ambang krisis serius akibat tunggakan iuran yang belum dibayarkan.
Dalam surat itu, Guterres menegaskan bahwa dana operasional PBB berpotensi habis pada Juli 2026 apabila situasi tidak segera berubah. Ia menggambarkan kondisi ini sebagai krisis keuangan terdalam yang dihadapi PBB dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Aksi Pencurian di Warung Jukut Milik Almarhum Epy Kusnandar Terekam CCTV, 2 HP Karyawan Raib
“Kapasitas PBB untuk menjalankan mandatnya semakin terancam akibat ketidakpastian arus dana,” tulis Guterres dalam surat tersebut.
Krisis ini dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor, mulai dari keterlambatan pembayaran iuran oleh negara anggota hingga pemotongan kontribusi dari negara-negara penyumbang utama. Aturan keuangan internal yang dinilai kaku juga mempersempit ruang gerak organisasi dalam mengelola arus kas.
Baca Juga: Warga Kalideres Geger! Mayat Pria Tanpa Identitas Tersangkut di Kali Mookervart Jakarta Barat
Amerika Serikat, sebagai kontributor terbesar PBB, disebut menjadi salah satu faktor penting dalam tekanan keuangan ini setelah melakukan penarikan dan pemangkasan dana. Meski demikian, Guterres menekankan bahwa persoalan ini bukan semata tanggung jawab satu negara.
Data internal PBB menunjukkan sekitar 77 persen iuran wajib untuk tahun anggaran 2025 telah dibayarkan. Namun, jumlah tunggakan yang tersisa justru mencetak rekor tertinggi, diperparah oleh mekanisme pengembalian dana yang secara teknis tercatat, tetapi belum pernah benar-benar diterima PBB.
Baca Juga: Momen Hangat, Kopi Jadi Penyambung Semangat Relawan di Tengah Banjir dan Longsor Purbalingga
Akibat kondisi tersebut, langkah penghematan ekstrem mulai diterapkan di berbagai kantor PBB. Pembatasan perjalanan dinas, penundaan perekrutan, hingga pengurangan kegiatan operasional menjadi pilihan sulit yang harus diambil demi menjaga kelangsungan organisasi.
Dampak krisis keuangan ini tidak hanya dirasakan di tingkat administratif. Sejumlah misi kemanusiaan ikut terdampak, mulai dari layanan kesehatan di wilayah konflik, distribusi bantuan pangan, hingga penyelidikan pelanggaran hak asasi manusia.
“Setiap keterlambatan pembayaran berdampak langsung pada kehidupan jutaan orang yang bergantung pada bantuan PBB,” tegas Guterres.
Baca Juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Banser di Cipondoh Kota Tangerang, Habib Bahar Resmi Berstatus Tersangka
Ia menekankan bahwa PBB kini berada di persimpangan jalan. Menurutnya, ada dua pilihan yang sama-sama berat, yakni komitmen penuh negara anggota untuk membayar iuran secara tepat waktu atau melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem keuangan PBB.
Guterres berharap peringatan ini menjadi momentum bagi negara-negara anggota untuk mengambil langkah konkret. Tanpa dukungan finansial yang stabil dan berkelanjutan, PBB dikhawatirkan tidak lagi mampu menjalankan perannya sebagai pilar utama kerja sama internasional.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya









