Banten

Arak Bali Bidik Pasar China Saat Hainan Buka Gerbang Dagang Bebas Tarif

Moehamad Dheny Permana | 31 Januari 2026, 14:28 WIB
Arak Bali Bidik Pasar China Saat Hainan Buka Gerbang Dagang Bebas Tarif

Akurat Banten - Konsul Jenderal China di Denpasar Zhang Zhisheng menyatakan peluang ekspor produk unggulan Bali ke Tiongkok kian terbuka, termasuk arak khas Pulau Dewata, seiring kebijakan relaksasi fiskal dan skema perdagangan bebas yang diterapkan melalui Provinsi Hainan sebagai pintu masuk strategis ke pasar China yang sangat besar.

“Saya berharap rencana bisnis ini bisa memberi keuntungan untuk fasilitasi arak ke pasar Tiongkok,” ujar Zhang Zhisheng.

Menurut Zhang, China menyambut baik potensi ekspor berbagai produk Indonesia, termasuk yang dihasilkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah dari Bali, karena memiliki karakter unik, nilai budaya tinggi, serta peluang untuk dikembangkan sebagai komoditas bernilai tambah di pasar internasional.

Diplomat senior itu menjelaskan bahwa mulai Desember 2025, Provinsi Hainan resmi menerapkan operasi pabean khusus di seluruh wilayahnya melalui skema Hainan Free Trade Port yang menawarkan kemudahan tarif, sistem pajak sederhana, serta prosedur kepabeanan yang lebih ringkas.

Peluang tersebut dinilai semakin menjanjikan karena Hainan juga memiliki hubungan provinsi persahabatan dengan Bali, sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih erat dalam perdagangan, investasi, hingga promosi produk khas daerah ke konsumen China.

“Hainan dan luar negeri akan diberlakukan bebas tarif untuk sebagian besar barang, dan produk dengan nilai tambah mencapai 30 persen dapat dipasarkan ke Tiongkok daratan tanpa dikenakan bea masuk,” kata Zhang.

Baca Juga: Cinta Tak Mengenal Angka: Kisah Pemuda Ponorogo Persunting Nenek 2 Cucu, Beda Usia 28 Tahun Bukan Penghalang!

Ia menambahkan bahwa pengiriman produk Indonesia dapat dilakukan langsung ke Hainan, sebuah skema yang mampu memangkas waktu distribusi dan menurunkan biaya logistik secara signifikan, sehingga meningkatkan daya saing produk di pasar China yang sangat kompetitif.

Selain arak, Zhang menyebut komoditas Indonesia seperti buah tropis, kopi, dan minyak kelapa sawit berpeluang besar memanfaatkan jalur perdagangan Hainan FTP untuk menembus pasar lebih luas berkat insentif pajak dan proses kepabeanan yang efisien.

Di Bali sendiri, penguatan industri arak mendapat dorongan regulasi sejak terbitnya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 yang mengatur tata kelola minuman fermentasi dan destilasi khas Bali, sebuah payung hukum yang melindungi produksi, standar mutu, dan peredaran arak, brem, serta tuak.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam peringatan Hari Arak ke-6 pada 29 Januari menegaskan regulasi tersebut menjadi fondasi penting bagi kebangkitan arak Bali, yang kini tercatat memiliki 58 merek lokal dan dinilai mampu bersaing dengan produk minuman beralkohol internasional.

Baca Juga: Ancaman Baru Trump ke Iran Menguat di Tengah Temuan Intelijen yang Dinilai Tidak Mendesak

Momentum itu juga ditandai dengan pemberian izin produksi arak Bali oleh Kementerian Perindustrian kepada Pemerintah Provinsi Bali, memperkuat legitimasi industri arak sebagai sektor ekonomi kreatif berbasis budaya yang berorientasi ekspor.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik Bali menunjukkan kelompok produk minuman, alkohol, dan cuka masuk dalam 10 besar kinerja ekspor daerah, dengan total nilai ekspor Bali sepanjang Januari–November 2025 mencapai 512,4 juta dolar AS dan China berada di posisi kedua tujuan ekspor terbesar setelah Amerika Serikat.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.