Cinta Tak Mengenal Angka: Kisah Pemuda Ponorogo Persunting Nenek 2 Cucu, Beda Usia 28 Tahun Bukan Penghalang!

AKURAT BANTEN-Ponorogo kembali menjadi buah bibir.
Jagat maya dihebohkan dengan sebuah prosesi akad nikah yang membuktikan bahwa panah asmara bisa hinggap ke siapa saja, tanpa memandang status maupun angka di kartu identitas.
Seorang pemuda berusia 23 tahun, Ibnu Ma'ruf, resmi meminang pujaan hatinya, Sulasmi, yang telah menginjak usia 51 tahun.
Perbedaan usia 28 tahun di antara keduanya tak menyurutkan langkah mereka menuju pelaminan.
Baca Juga: Alhamdulillah! THR PPPK 2026 Cair Lebih Cepat? Intip Bocoran Jadwal dan Estimasi Nominalnya!
Berawal dari "Witing Tresno Jalaran Soko Kulino"
Pepatah Jawa tersebut nampaknya menjadi bumbu utama dalam hubungan mereka.
Berikut adalah beberapa fakta menarik di balik pernikahan viral ini:
Pertemuan Tak Sengaja: Benih cinta tumbuh saat keduanya sering bertemu dalam aktivitas sehari-hari di desa.
Komunikasi yang intens perlahan mengubah rasa nyaman menjadi komitmen.
Status Pengantin: Ibnu merupakan seorang perjaka, sementara Sulasmi adalah seorang janda yang sudah dianugerahi dua orang cucu.
Mahar Sederhana namun Khidmat: Dengan maskawin berupa uang tunai dan perlengkapan salat, prosesi akad nikah berlangsung sederhana di kediaman mempelai wanita di Kecamatan Slahung, Ponorogo.
"Cinta itu tidak bisa dinalar dengan logika. Yang penting adalah kecocokan hati dan tujuan untuk ibadah," ungkap salah satu kerabat yang hadir.
Baca Juga: Warga Tangerang Merapat! 24 Perusahaan Buka Lowongan Massal Pekan Depan, Simak Cara Daftarnya!
Melawan Stigma dengan Restu Keluarga
Pernikahan beda generasi seringkali mendapat sorotan miring dari netizen.
Namun, pasangan asal Ponorogo ini membuktikan bahwa restu keluarga adalah segalanya.
Pihak keluarga dari kedua belah pihak dikabarkan memberikan dukungan penuh.
Bagi mereka, kebahagiaan Ibnu dan Sulasmi adalah prioritas utama dibandingkan mendengarkan desas-desus orang asing.
Ada beberapa alasan mengapa kisah Ibnu dan Sulasmi menjadi magnet bagi pembaca:
Melawan Arus Utama: Di tengah tren pernikahan usia sebaya, keberanian Ibnu memilih sosok yang jauh lebih senior dianggap sebagai fenomena unik.
Sisi Humanis: Cerita ini menyentuh sisi emosional tentang bagaimana kesepian bertemu dengan ketulusan.
Lokalitas yang Kuat: Ponorogo memang seringkali memiliki cerita-cerita unik yang kental dengan nuansa kekeluargaan dan kejujuran perasaan.
Kisah Ibnu dan Sulasmi mengingatkan kita semua bahwa dalam urusan hati, kedewasaan dan kenyamanan seringkali jauh lebih penting daripada sekadar angka di akta kelahiran. Selamat menempuh hidup baru untuk kedua mempelai! (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC




