Indonesia Tegas Tolak Tekanan AS soal Drone dalam Negosiasi Dagang

Akurat Banten - Indonesia mengambil sikap tegas dengan menolak permintaan Amerika Serikat untuk membeli drone buatan Negeri Paman Sam yang sempat masuk dalam pembahasan perjanjian perdagangan bilateral.
Informasi tersebut diungkapkan harian The Straits Times yang mengutip sejumlah sumber dekat dengan proses perundingan antara Jakarta dan Washington.
Penolakan itu muncul di tengah negosiasi yang sebenarnya telah mencatat kemajuan signifikan, setelah Indonesia menyetujui berbagai poin yang diajukan Amerika Serikat.
Salah satu kesepakatan yang sudah mengemuka adalah rencana Indonesia mengimpor bahan bakar dari Amerika Serikat sebagai alternatif pasokan yang selama ini datang dari Singapura.
Meski demikian, tidak semua syarat diterima mentah-mentah oleh pemerintah Indonesia, terutama jika dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional dan aturan dasar negara.
Permintaan pembelian drone Amerika Serikat yang disebut-sebut akan digunakan untuk pengawasan wilayah Laut China Selatan menjadi salah satu poin yang ditolak keras.
Sumber The Straits Times menyebut, Indonesia menilai klausul tersebut berpotensi melanggar konstitusi dan prinsip kebijakan luar negeri yang selama ini dijaga.
“Indonesia tidak bisa menerima ketentuan yang menyentuh isu kedaulatan dan melampaui kerangka kerja sama dagang,” ujar salah satu sumber yang mengetahui jalannya negosiasi.
Di sisi lain, perundingan tarif disebut hampir mencapai titik temu, dengan Amerika Serikat dikabarkan siap memangkas tarif impor terhadap produk Indonesia.
Tarif yang semula berada di kisaran 32 persen diproyeksikan turun menjadi sekitar 19 persen, sebuah langkah yang dinilai cukup signifikan bagi akses produk Indonesia ke pasar AS.
Tak hanya soal tarif, Indonesia juga disebut bersedia melonggarkan pembatasan impor kendaraan asal Amerika Serikat.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya menciptakan keseimbangan perdagangan yang lebih adil di antara kedua negara.
Selain sektor otomotif, hambatan terhadap masuknya peralatan teknologi dan alat kesehatan dari Amerika Serikat juga dilaporkan akan dikurangi.
Pemerintah Indonesia menilai keterbukaan di sektor-sektor tersebut masih sejalan dengan kebutuhan dalam negeri dan agenda pembangunan nasional.
Meski beberapa kesepakatan sudah di depan mata, proses perundingan belum sepenuhnya rampung.
Saat ini, pembahasan disebut berfokus pada tahap finalisasi serta penyelesaian sejumlah persoalan administratif yang tersisa.
Baca Juga: Drone TNI AU Menyisir Longsor Cisarua, Harapan Evakuasi Cepat Kian Terbuka
“Kami ingin memastikan setiap butir kesepakatan memberi manfaat jangka panjang bagi Indonesia,” ujar salah satu pejabat.
Sikap selektif ini, menurut pengamat, menunjukkan upaya Indonesia menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan prinsip kedaulatan negara.
Negosiasi dagang dengan Amerika Serikat pun diperkirakan masih akan berjalan dinamis hingga kedua pihak menemukan titik kompromi yang dapat diterima bersama.
Hasil akhir perundingan tersebut akan menjadi penentu arah hubungan perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun ke depan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







