Buntut Panjang "Tuduhan Es Spons": Aiptu Ikhwan Diperiksa Propam, Polda Metro Jaya Minta Maaf ke Publik

AKURAT BANTEN – Masih ingat dengan kisah memilukan Pak Suderajat, penjual es kue jadul di Kemayoran yang dituduh menjual es berbahan spons?
Kasus yang sempat viral dan memicu amarah netizen ini memasuki babak baru.
Tidak berhenti pada permintaan maaf, kini oknum Bhabinkamtibmas yang memicu kegaduhan tersebut harus berhadapan dengan Bidpropam Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Loker Raksasa Januari 2026: Garudafood Buka Banyak Posisi, Lulusan SMA Hingga S1 Langsung Daftar!
Pemeriksaan Etik: Bukan Sekadar Salah Paham
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Langkah "jemput bola" diambil oleh Propam untuk mendalami apakah ada pelanggaran wewenang atau kode etik dalam insiden tersebut.
"Kami mendalami apakah ada perbuatan etika atau kewenangan yang dilanggar. Jika terbukti, pasti ada sanksinya," tegas Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Meski polisi menegaskan tidak ada unsur penganiayaan fisik, cara "edukasi" yang dilakukan petugas di lapangan diakui salah secara prosedur dan sangat kontroversial.
Hasil Labfor Berkata Lain: Es Pak Suderajat Aman!
Drama ini bermula saat aparat mencurigai tekstur es kue milik Pak Suderajat yang dianggap tidak wajar dan dituding berbahan spons.
Namun, dugaan tersebut rontok seketika setelah hasil Laboratorium Forensik (Labfor) keluar.
Hasil tes menyatakan es kue jadul tersebut 100% aman dan layak dikonsumsi.
Tekstur yang dianggap "aneh" oleh petugas ternyata hanyalah karakteristik khas dari es hunkue tradisional yang memang kenyal.
Baca Juga: Mencekam! Ilhan Omar Diserang Cairan Misterius Saat ‘Town Hall', Pelaku Teriakkan Kalimat Ini...
Permintaan Maaf dan Trauma UMKM
Polda Metro Jaya menyadari bahwa kejadian ini bukan hanya soal salah tuduh, tapi juga mengenai psikologi masyarakat dan nasib pelaku UMKM.
Kombes Budi Hermanto secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Suderajat dan publik.
"Kami memahami psikologi kekecewaan publik. Kami sampaikan mohon maaf. Polri tidak pernah bermaksud menghambat usaha UMKM masyarakat," lanjutnya.
Sebelumnya, Aiptu Ikhwan dan rekan TNI-nya, Serda Heri Purnomo, sudah mendatangi kediaman Pak Suderajat untuk meminta maaf secara pribadi.
Mereka berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di masa depan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan



