Banten

Bukan Sekadar Hujan, Inilah Kondisi Miris Kali Cirarab yang Bikin Wilayah Periuk Terendam Banjir 3 Meter

Saeful Anwar | 28 Januari 2026, 15:52 WIB
Bukan Sekadar Hujan, Inilah Kondisi Miris Kali Cirarab yang Bikin Wilayah Periuk Terendam Banjir 3 Meter

AKURAT BANTEN – Wajah lelah warga Kecamatan Periuk mulai sedikit terangkat seiring surutnya genangan air yang merendam pemukiman mereka sejak Kamis (22/1) lalu.

Namun, di balik surutnya air, terungkap sebuah fakta pahit yang menjadi biang kerok langganan banjir di wilayah tersebut: Kondisi kritis Kali Cirarab.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait penyempitan drastis jalur air tersebut.

Kali Cirarab yang seharusnya menjadi urat nadi pembuangan air, kini tak ubahnya "leher botol" yang tersumbat.

Baca Juga: Mencekam! Ilhan Omar Diserang Cairan Misterius Saat ‘Town Hall', Pelaku Teriakkan Kalimat Ini...

Penyempitan Luar Biasa: Dari 15 Meter Menjadi 3 Meter

Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menunjukkan potret lapangan yang mengkhawatirkan.

Aliran sungai yang semula memiliki lebar 15 meter, kini menyusut drastis hanya menyisakan lebar antara tiga hingga delapan meter saja akibat pendangkalan dan sedimentasi yang masif.

"Pendangkalan di Kali Cirarab sangat luar biasa sekali. Artinya, normalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," tegas Sachrudin saat meninjau lokasi, Rabu (28/1/2026).

Menanggapi krisis ini, Sachrudin memastikan bahwa Pemerintah Kota telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan kesiapannya untuk melakukan normalisasi total demi melancarkan kembali aliran Kali Ledug dan Kali Cirarab agar tidak lagi melimpas ke rumah warga.

Baca Juga: Tangis Penjual Es Gabus Pecah! Trauma Berat Usai Dizalimi, Hotman Paris Pasang Badan: 'Saya Turunkan 10 Pengacara!'

Dilema "Mangkuk" Periuk: Banjir Hingga 3 Meter

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa pendangkalan ini adalah alasan utama mengapa wilayah seperti Perumahan Total Persada sempat terendam banjir ekstrem hingga ketinggian di atas tiga meter.

Kombinasi antara curah hujan ekstrem dan kapasitas sungai yang menyusut menciptakan efek bendung yang mematikan.

Meski demikian, per Rabu (28/1), sistem pemantauan real-time Dinas PUPR menunjukkan kabar baik: ketinggian air di Kali Ledug mulai mendekati status normal seiring dengan masifnya upaya penyedotan.

Baca Juga: Nasib Tragis Sudrajat: Tukang Es Gabus yang Ditonjok dan Dipaksa Minum Air Comberan karena Fitnah ‘Es Spons’

Operasi Semut: Memulihkan Kembali "Kota yang Terluka"

Memasuki hari keenam pascabencana, pemandangan di wilayah Periuk berubah dari evakuasi menjadi aksi gotong royong berskala besar.

Personel gabungan dari Satpol PP dan Linmas diterjunkan langsung ke titik-titik terdampak, seperti Perumahan Mutiara Pluit.

Bukan sekadar menjaga ketertiban, para petugas ini "bermandikan lumpur" bersama warga untuk membersihkan sisa-sisa material banjir yang memenuhi ruang tamu dan kamar tidur.

Fokus Utama: Pembersihan lumpur tebal dan sampah rumah tangga.

Target: Percepatan pemulihan kesehatan lingkungan agar warga bisa kembali beraktivitas.

Pesan Pemerintah: "Menghadapi banjir bukan sekadar hadir saat bencana, tapi bagaimana mempercepat pemulihan pascabencana," ujar Agapito De Araujo, Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang.

Baca Juga: Siap-siap Rekening Gendut! Ini Bocoran Jadwal dan Besaran THR PNS 2026 yang Cair 100 persen!

Sebuah Catatan untuk Warga

Di tengah upaya normalisasi fisik, Wali Kota Sachrudin menitipkan pesan penting. Infrastruktur secanggih apa pun tidak akan mampu menahan banjir jika kesadaran kolektif belum terbentuk.

"Kami mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Normalisasi adalah upaya kami, tapi menjaga lingkungan adalah tugas kita bersama," pungkasnya (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman