Akibat Cuaca Masih Sangat Ekstrim Hingga Pemkab Lebak Tetapkan Status Darurat Bencana, Polres Buka Posko Siaga

AKURAT BANTEN – Cuaca saat ini di Kabupaten Lebak, Banten masih sangat ekstrim. Banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah dalam 2 hari terakhir, berdampak pada rusaknya infrastruktur sejumlah fasilitas umum serta rusaknya rumah warga.
Hingga saat ini, beberapa wilayah yang masih tergenang air masih terlihat di Kabupaten Lebak, Banten.
Polres Lebak, Banten, membuka posko siaga bencana. Hal ini merespons status tanggap darurat dari cuaca ekstrem yang terjadi di daerah ini.
"Polres Lebak membuka posko siaga bencana untuk membantu masyarakat mengingat kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di Lebak," kata Kasat Samapta Polres Lebak AKP Dedi Suhandi saat dimintai konfirmasi, Jumat (6/12/2024).
Posko siaga bencana bertempat di kantor Polres Lebak. Sebanyak 40 polisi akan bersiaga dan diturunkan apabila terjadi bencana alam.
"Dari Polres yang bersiaga 40 orang. Ketika terjadi bencana, mereka akan berkoordinasi dengan Polsek setempat membantu di lapangan dan tentu saja bersinergi dengan BPBD atau instansi lain," tuturnya.
Baca Juga: Bahaya! Pantangan Makan dan Minum Yang Perlu Dihindari, Sebabkan Naiknya Asam Lambung
Selain anggota, posko ini menyiapkan peralatan kebencanaan. Alat itu berupa perahu karet, tenda pleton, gergaji mesin, dan lainnya.
Menurut Dedi, anggota dari posko ini sudah bekerja dari Selasa (3/12) ketika terjadi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Mereka mengevakuasi warga yang terdampak banjir maupun longsor.
"Sudah turun dari kemarin ketika banjir di wilayah perkotaan, Rangkasbitung dan Kalanganyar. Wilayah selatan juga, wilayah ini kita koordinasi dengan Polsek setempat," pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 15 Desember 2024. Status ini ditetapkan karena sejumlah bencana alam imbas cuaca ekstrem di Lebak.
Berdasarkan data BPBD Lebak dari tanggal 3-5 Desember 2024, terdapat 39 kejadian bencana alam. Data itu meliputi bencana banjir di 15 kecamatan, pohon tumbang di 6 kecamatan, tanah longsor di 12 kecamatan dan pergerakan tanah di 5 kecamatan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 3Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 6Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 7Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 8Gibran Digugat ke MK, Palti Hutabarat Tantang Wapres Buka Suara, 'Kini Waktunya Hadapi Semua Tuduhan'
- 9Sengketa Ijazah Gibran di MK Makin Panas, Denny Ungkap 6 Kasus Diskualifikasi dari Negara Lain
- 10Said Didu Peringatkan Prabowo soal Istana, 'Menteri Tak Sejalan Oligarki Bisa Tersandung?'








