Banten

Polri Gerak Cepat Bangun Jembatan Darurat dan Buka Isolasi Warga Aceh Utara Pascabanjir

Moehamad Dheny Permana | 29 Desember 2025, 05:27 WIB
Polri Gerak Cepat Bangun Jembatan Darurat dan Buka Isolasi Warga Aceh Utara Pascabanjir

Akurat Banten - Kepolisian Republik Indonesia bergerak cepat mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara dengan mengerahkan alat berat dan ratusan personel ke titik-titik paling parah.

Langkah ini difokuskan pada pembukaan kembali akses jalan dan jembatan yang terputus agar aktivitas masyarakat bisa segera pulih.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa akses infrastruktur menjadi kunci utama percepatan penanganan pascabencana.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah akses jalan dan jembatan, karena kalau akses sudah terbuka maka pemulihan akan jauh lebih cepat,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan banjir yang melanda Aceh Utara menyebabkan dua waduk jebol dan sejumlah jembatan mengalami kerusakan berat hingga tidak bisa dilalui.

Kondisi tersebut membuat beberapa kecamatan sempat terisolasi dan menyulitkan distribusi bantuan kepada warga.

Sebagai solusi awal, Polri memutuskan membangun jembatan darurat berkapasitas kecil agar jalur transportasi warga dapat segera difungsikan.

“Pembangunan jembatan kecil dengan kapasitas di bawah satu ton akan segera dilakukan supaya akses masyarakat kembali terbuka,” katanya.

Dedi menegaskan seluruh langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Kapolri agar jajaran kepolisian hadir di lapangan.

Baca Juga: Lima Polisi Dipecat Sepanjang 2025, Polres Karawang Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran Berat

Bersama Kapolda Aceh, Bupati Aceh Utara, dan Kapolres Aceh Utara, Wakapolri meninjau langsung wilayah terdampak, terutama Kecamatan Langkahan.

Dalam kunjungan tersebut, Polri menyalurkan bantuan logistik, dukungan operasional, serta mengerahkan alat berat ke lokasi yang aksesnya terputus.

“Sesuai perintah Bapak Kapolri, kami diminta turun langsung dan mengecek kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” ujar Dedi.

Sebagai langkah awal pemenuhan kebutuhan dasar, paket sembako didistribusikan langsung ke rumah warga melalui peran Bhabinkamtibmas.

Untuk membuka jalur transportasi, tujuh unit alat berat berupa ekskavator besar, ekskavator kecil, dan truk terbuka dikerahkan ke titik longsoran dan jalan rusak.

“Fokus kami saat ini di Langkahan karena kondisinya cukup berat dan akses jalan menjadi prioritas utama,” katanya.

Selain infrastruktur, Polri juga menyiapkan bantuan air bersih bagi wilayah yang masih mengalami kesulitan pasokan air.

Upaya tersebut diperkuat dengan rencana pembangunan sumur bor di beberapa titik rawan krisis air bersih.

Kebutuhan sarana ibadah juga menjadi perhatian dengan disiapkannya perlengkapan salat dan karpet musala untuk warga terdampak.

Di sektor kesehatan, hasil koordinasi menunjukkan sejumlah puskesmas mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Polri berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk pengiriman bantuan medis dari Jakarta.

“Hari ini sudah disiapkan 60 koli berisi obat-obatan dan alat kesehatan, dan langsung kita kirim,” ungkap Dedi.

Banjir juga berdampak pada fasilitas kepolisian, salah satunya Polsek Langkahan yang dilaporkan rusak total dan tidak bisa digunakan.

Untuk mendukung operasional anggota, Polri menyiapkan perlengkapan kantor, tenda pengungsian, dan kendaraan dinas pengganti.

Baca Juga: Menpar Tegaskan Bali Tetap Bergeliat Saat Libur Nataru Meski Isu Sepi Menguat

“Kendaraan roda dua sudah tidak bisa dipakai, sehingga kami datangkan 20 motor trail dari Medan dan dua mobil double cabin,” jelasnya.

Sebanyak 30 tenda besar juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan pengungsian warga.

Hingga akhir Desember, Polri berkomitmen menuntaskan seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi lapangan, termasuk persiapan menjelang Ramadhan.

Penguatan pengamanan dan bantuan kemanusiaan turut dilakukan dengan mengerahkan 190 personel Brimob tambahan di Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Selain Aceh Utara, perhatian juga diberikan kepada Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan fasilitas Polres dan asrama anggota.

“Untuk Aceh Tamiang, kebutuhan dasar anggota hampir habis sehingga kami kirim perlengkapan tidur, selimut, hingga ratusan alat masak,” kata Dedi.

Polri menegaskan akan terus melakukan pendampingan hingga kondisi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.

“Komitmen Polri jelas, kami harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan penanganan berjalan maksimal,” pungkasnya.***

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.