Rumah Subsidi Digenjot Negara Buka Jalan MBR Miliki Hunian Layak

Akurat Banten - Pemerintah kembali menegaskan keberpihakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah melalui penguatan program rumah subsidi yang dirancang untuk memperluas akses kepemilikan hunian layak di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa program tersebut bukan sekadar kebijakan sektoral, melainkan strategi nasional untuk memastikan setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang aman dan terjangkau.
Menurut AHY, skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP menjadi instrumen utama negara dalam menjawab kebutuhan dasar rakyat yang selama ini terkendala kemampuan finansial.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan akad massal puluhan ribu unit rumah subsidi menjadi bukti konkret bahwa pemerintah hadir langsung dalam urusan perumahan rakyat.
“Sebanyak 50.030 unit rumah dilaksanakan akadnya secara serentak di 33 provinsi, dan ini menunjukkan keseriusan pemerintah agar masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh kesempatan yang adil untuk memiliki rumah,” ujar AHY.
AHY menilai kepemilikan rumah memiliki dimensi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar bangunan, karena berkaitan erat dengan kualitas hidup, stabilitas sosial, serta masa depan keluarga.
Baca Juga: Ratusan Hektare Sawit di Tesso Nilo Kembali ke Negara, Pemerintah Pilih Jalan Damai dengan Warga
Atas dasar itu, pemerintah terus mendorong pembangunan hunian baru sekaligus mempercepat program perbaikan rumah tidak layak huni yang masih tersebar di berbagai wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada penataan kawasan permukiman secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Presiden, kata AHY, menginginkan lingkungan tempat tinggal masyarakat tertata rapi, bersih, hijau, dan nyaman mulai dari tingkat rumah tangga hingga skala wilayah yang lebih luas.
“Penataan kawasan permukiman harus dilakukan secara terencana, termasuk pengaturan tata ruang dan penyediaan ruang terbuka hijau, karena kepadatan penduduk di kota-kota besar terus meningkat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan perumahan tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan infrastruktur dasar, akses transportasi, serta fasilitas sosial yang memadai.
Pemerintah pusat, lanjut AHY, akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah agar kebijakan perumahan berjalan efektif.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan pembangunan rumah subsidi tidak hanya masif secara angka, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan.
Di sisi lain, keterlibatan pemerintah daerah dipandang penting dalam menyiapkan lahan, perizinan, serta pengawasan agar kualitas hunian tetap terjaga.
Komitmen negara dalam sektor perumahan kembali ditegaskan melalui pelaksanaan akad massal rumah subsidi yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat sebagai penanda dimulainya kehidupan baru di hunian mereka.
Melalui program ini, pemerintah berharap kesenjangan kepemilikan rumah dapat terus ditekan sekaligus mendorong tumbuhnya kawasan permukiman yang sehat dan manusiawi.
Dengan penguatan kebijakan dan konsistensi pelaksanaan di lapangan, pemerintah optimistis program rumah subsidi akan menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan jangka panjang masyarakat Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 7Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9BGN Intip Sistem Makan Gratis Jepang, Ada Model Central Kitchen untuk MBG
- 10Sekolah Bisa Kasih Bintang untuk SPPG, BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG







