Banten

Ratu Belanda Sentuh Isu Dompet Rakyat Solo dalam Lawatan Penuh Dialog

Moehamad Dheny Permana | 27 November 2025, 23:33 WIB
Ratu Belanda Sentuh Isu Dompet Rakyat Solo dalam Lawatan Penuh Dialog

Akurat Banten - Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda menarik perhatian publik saat menyapa warga di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, dengan membawa pesan besar tentang urgensi kesehatan finansial masyarakat.

Dalam kunjungannya itu, ia membuka dialog hangat dengan berbagai kelompok, dan menyampaikan kesan pertamanya tentang Indonesia dengan nada antusias, “Ini adalah hari pertama saya berada di sini, di Solo yang sangat indah, dan saya mendapat kesempatan berbicara dengan banyak orang,” ujarnya.

Kedatangan Ratu Maxima merupakan bagian dari tugas resminya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Inklusi Keuangan, sebuah peran yang sering menempatkannya langsung di tengah komunitas untuk memahami kondisi ekonomi dari dekat.

Di Laweyan, ia berdiskusi dengan para pekerja garmen yang harus mengatur pemasukan bulanan dengan ketat, hingga mahasiswa yang sedang merancang masa depan mereka di tengah tuntutan ekonomi yang terus berubah.

Ratu Maxima juga mendengarkan cerita dari para perajin batik dan pelaku usaha mikro, terutama para ibu yang mengandalkan keterampilan tangan sebagai sumber pendapatan utama demi membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Baca Juga: Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing Mulai Ditegakkan, Jakarta Ambil Sikap Tegas

Dalam percakapannya, ia menyinggung bagaimana kelompok-kelompok tersebut mengelola kebutuhan harian sekaligus bertahan di tengah naik-turunnya pendapatan, sebuah realitas yang menurutnya penting dipahami secara langsung.

“Kami berbicara tentang bagaimana mereka menghadapi situasi darurat seperti kecelakaan, kehilangan penghasilan, atau ketika harus mengirim uang tambahan untuk keluarga di kampung,” katanya.

Ia juga menyoroti bagaimana sebagian dari mereka mulai memikirkan tujuan jangka panjang, seperti membeli rumah atau menyiapkan masa pensiun, serta apakah hal itu benar-benar bisa dicapai di tengah berbagai risiko yang mereka hadapi.

“Kami juga berbicara mengenai berbagai risiko, seperti kecelakaan atau masalah kesehatan, dan bagaimana mereka melindungi diri dari risiko-risiko tersebut,” ujar Ratu Maxima.

Kunjungan itu, menurutnya, bertujuan menggali gambaran nyata tentang mekanisme bertahan hidup masyarakat kecil sekaligus memahami hambatan yang membuat mereka sulit melangkah ke tahap finansial yang lebih mapan.

Tidak berhenti pada pertemuan dengan masyarakat, Ratu Maxima berencana menghabiskan dua hari berikutnya dengan berdiskusi bersama Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, kementerian terkait, serta pelaku industri keuangan seperti bank dan perusahaan fintech untuk merumuskan strategi inklusi keuangan yang lebih efektif.

Ia menyampaikan apresiasinya atas capaian Indonesia yang berhasil membawa lebih dari 80 persen penduduk memiliki akses ke rekening bank, sebuah angka yang dinilainya “luar biasa” dalam upaya memperluas inklusi keuangan nasional.

Namun, ia mengingatkan bahwa memiliki rekening saja tidak cukup tanpa edukasi dan dukungan yang memadai.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan ke-14: Persija vs PSIM, Persib Tantang Madura United di Laga Penutup

“Yang penting adalah bagaimana kita dapat membantu mereka lebih jauh, bukan hanya untuk melakukan pembayaran, tetapi juga mewujudkan impian mereka. Dan ketika sesuatu terjadi, mereka memiliki perlindungan,” tuturnya.

Melalui kunjungan ini, Ratu Maxima menegaskan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar akses, melainkan kemampuan masyarakat menggunakan layanan tersebut untuk membangun kesejahteraan yang berkelanjutan.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.