Kopdes Merah Putih Siapkan Lompatan Besar Lewat Program Magang Pengurus di Sentra Agribisnis Jawa Barat

Akurat Banten - Kementerian Koperasi kembali memacu percepatan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan membuka program magang intensif bagi para pengurusnya.
Gelombang pertama resmi digelar di Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu model agribisnis terpadu paling sukses di Indonesia.
Sebanyak 38 peserta dari empat provinsi mengikuti pembelajaran lapangan yang berlangsung selama delapan hari, berfokus pada praktik pertanian modern dan pengelolaan rantai pasok yang berkelanjutan.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, mengatakan bahwa program ini dirancang sebagai akselerator untuk membangun jejaring usaha koperasi berbasis desa.
“Melalui magang ini, kami ingin pengurus Kopdes Merah Putih memahami ekosistem bisnis secara nyata dan siap membangun kemitraan yang kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah lembaga seperti KNEKS, PUM Representative Indonesia, dan Universitas Pasundan turut terlibat dalam proses pendampingan agar hasilnya lebih komprehensif.
Baca Juga: Imigrasi Jambi Pulangkan Tiga WNA Pakistan Usai Ditemukan Pelanggaran, Begini Rangkaian Aksinya
Total 114 peserta dari 24 provinsi dijadwalkan mengikuti kegiatan ini dalam tiga gelombang, dengan kombinasi materi kunjungan lapangan dan praktik langsung di unit-unit usaha.
Destry menyebut Al-Ittifaq sebagai lokasi ideal karena koperasi ini menjalankan sistem agribisnis dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, sampai masuk ke jaringan ritel modern.
“Selain teknis pertanian, peserta juga belajar bagaimana Al-Ittifaq memberdayakan masyarakat dan santri, jadi ada aspek sosial dan manajerial yang ikut diasah,” katanya.
Ia berharap rangkaian pembelajaran tersebut dapat menumbuhkan karakter wirausaha para pengurus Kopdes Merah Putih sehingga mereka mampu mengembangkan model bisnis koperasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
“Harapannya terbentuk pusat agregasi bisnis di tingkat desa dan Kopdes Merah Putih dapat menjadi simpul ekonomi yang memperkuat rantai pasok lokal,” ucapnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, menilai pendekatan praktik lapangan seperti ini merupakan metode paling efektif untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi desa.
“Mereka bisa meniru sistem manajemen mutu yang diterapkan Al-Ittifaq, lalu mengembangkan versi yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing,” kata Yuke.
Baca Juga: Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Dunia, Keluarga Soroti Dugaan Bullying di Sekolah
Ia juga menekankan bahwa pengurus harus mampu memahami pemasaran produk, membangun jejaring bisnis, dan beradaptasi dengan transformasi digital agar koperasi tetap relevan.
Sementara itu, CEO Kopontren Al-Ittifaq, Setia Irawan, menjelaskan bahwa peserta akan mempelajari rantai pasok secara menyeluruh, mulai dari penyusunan SOP, manajemen produksi, hingga strategi pengembangan jangka panjang.
“Kata kuncinya inovasi. Temukan formulanya, lalu kembangkan di daerah sendiri,” ujar Setia.
Ia menegaskan bahwa model koperasi berbasis komunitas yang dijalankan Al-Ittifaq sangat relevan untuk diterapkan di Kopdes Merah Putih karena keduanya berakar kuat pada potensi desa dan sektor pertanian.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 2Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 5Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 6Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 7Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 8Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan
- 9ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Menhan Sjafrie Ungkap Kondisi Kapal Hibah Italia
- 10TNI AL Temukan 3 Jenazah di KM Virgo Transport 8, Tim Kopaska Pecahkan Kaca Kapal









