Banten

UMKM Catat Rekor Transaksi di JMFW 2026, Bukti Modest Fashion Indonesia Kian Mendunia

Moehamad Dheny Permana | 10 November 2025, 04:36 WIB
UMKM Catat Rekor Transaksi di JMFW 2026, Bukti Modest Fashion Indonesia Kian Mendunia

Akurat Banten - Jakarta kembali menjadi sorotan dunia mode setelah ajang Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 resmi ditutup dengan torehan gemilang.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan bahwa hingga Minggu, 9 November 2025 pukul 14.48 WIB, nilai transaksi pelaku UMKM yang berpartisipasi menembus 7,41 juta dolar AS.

“Sebagai informasi, terdapat transaksi UMKM senilai 7,41 juta dolar AS,” ujar Budi.

Capaian itu bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi menjadi bukti bahwa produk lokal Indonesia mampu menarik minat pasar internasional.

Menurut Budi, kesuksesan ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM kini tak lagi berada di pinggiran, melainkan sudah menjadi motor penggerak dalam industri fesyen global.

“Kami ingin ekspor fesyen tidak hanya dilakukan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh UMKM yang punya potensi luar biasa,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, desainer, dan pelaku usaha agar produk modest fashion Indonesia tak hanya dikenal karena keindahan, tapi juga karena daya saingnya di pasar dunia.

Acara JMFW 2026 yang digelar sejak 6 hingga 9 November ini tidak hanya menampilkan karya dari desainer ternama, tetapi juga membuka ruang bagi talenta muda dan pelaku usaha kecil untuk tampil sejajar.

Baca Juga: Uang Setengah Miliar Jadi Jejak Awal KPK Bongkar Skandal Bupati Ponorogo

Melalui kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Indonesian Fashion Chamber (IFC), ajang ini dirancang sebagai wadah bagi inovasi dan ekspansi bisnis fesyen muslim Indonesia.

Budi menegaskan, JMFW bukan sekadar panggung peragaan busana.

“Ini adalah platform perdagangan dan kolaborasi yang mempertemukan desainer, UMKM, buyer, serta pelaku industri pendukung. Di sinilah semua berinteraksi dan membuka peluang nyata,” katanya.

Dengan tema “Essential Lab: Crafting the Future of Modest Fashion for Every Lifestyle”, gelaran tahun ini mengusung semangat eksperimen dan kreativitas tanpa batas.

Konsep “Essential Lab” dimaknai sebagai laboratorium ide tempat para pelaku industri menggabungkan budaya lokal dengan gaya hidup modern, melahirkan tren baru yang bisa diterima di berbagai pasar dunia.

Lebih dari sekadar ajang mode, JMFW menjadi simbol transformasi ekonomi kreatif Indonesia.

Dari kain tradisional hingga rancangan futuristik, seluruh karya yang tampil menjadi representasi keberagaman dan kekayaan budaya Tanah Air.

Baca Juga: Soeharto Pahlawan Nasional? Surya Paloh 'Buka Suara', Satu Fraksi Parpol Tetap Menolak!

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat modest fashion dunia. Melalui JMFW, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas anak bangsa bisa menjadi kekuatan ekspor yang nyata,” ujar Budi.

Dengan nilai transaksi yang menembus jutaan dolar, JMFW 2026 membuktikan bahwa industri fesyen muslim bukan hanya berbicara soal estetika, tetapi juga peluang ekonomi yang mampu mengangkat derajat UMKM Indonesia ke kancah internasional.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.