Banten

Pencuri Bersenjata di Tambora Babak Belur Dihajar Massa, Polisi Selamatkan Nyawanya di Ujung Tanduk

Moehamad Dheny Permana | 27 Oktober 2025, 15:32 WIB
Pencuri Bersenjata di Tambora Babak Belur Dihajar Massa, Polisi Selamatkan Nyawanya di Ujung Tanduk

Akurat Banten - Dua pria yang diduga sebagai pencuri motor di kawasan Tambora, Jakarta Barat, harus menanggung akibat dari aksinya.

Keduanya, berinisial D dan R, nyaris kehilangan nyawa setelah diamuk warga usai aksinya dipergoki di Jalan Terate Raya, Jembatan Lima.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua pelaku tertangkap basah ketika berusaha membawa kabur sepeda motor milik seorang warga.

Namun situasi berubah kacau ketika salah satu pelaku melepaskan tembakan menggunakan senjata api rakitan jenis revolver, yang justru mengenai salah satu warga di lokasi kejadian.

Suasana pun seketika meledak.

Warga yang tersulut emosi langsung mengepung dan menghajar kedua pelaku hingga babak belur.

Amukan massa baru mereda setelah pihak kepolisian datang dan mengevakuasi keduanya dalam kondisi kritis.

“Begitu kami tiba, pelaku sudah dalam keadaan luka berat. Kami langsung bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudrajat Djumantara.

Ia menambahkan, kedua pelaku kini telah dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani operasi serius.

Baca Juga: Gelar Pahlawan untuk Soeharto Menguat Mahfud MD Sebut Secara Hukum Sudah Layak

“Satu pelaku berinisial D mengalami luka di kepala dan sedang menjalani operasi, sedangkan satu lagi harus dioperasi di bagian rahang,” jelas Sudrajat.

Menurutnya, kondisi kesehatan keduanya belum memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait aksi pencurian yang mereka lakukan.

“Kami masih menunggu hingga mereka pulih, karena kondisinya belum stabil,” ujarnya.

Sementara korban tembak yang sempat menjadi sasaran peluru dari senjata pelaku telah mendapatkan perawatan medis dan dinyatakan membaik.

“Korban sudah boleh pulang dan masih dalam tahap pemulihan,” kata Sudrajat.

Pihak kepolisian menduga senjata api yang digunakan pelaku merupakan hasil rakitan.

Namun dugaan itu masih akan dipastikan melalui serangkaian uji balistik di laboratorium forensik.

“Untuk kepastian jenis senjatanya, kami tunggu hasil pemeriksaan dari tim labfor. Tapi indikasinya kuat bahwa itu senjata rakitan,” ungkapnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius pihak kepolisian, mengingat keberadaan senjata api di tangan pelaku kejahatan semakin meresahkan warga.

Sudrajat juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan pelaku kriminal kepada pihak berwajib tanpa main hakim sendiri.

“Kami memahami emosi warga, tapi sebaiknya percayakan proses hukum kepada kami,” katanya.

Baca Juga: 28 Warga Serang Dievakuasi Akibat Radiasi, Polisi Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Terpenuhi

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aksi nekat dengan senjata api tak selalu berakhir dengan lolos dari kejaran.

Alih-alih berhasil kabur, dua pelaku justru kini terbaring di rumah sakit, berjuang antara hidup dan mati setelah menghadapi amukan massa yang tak terbendung.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.