Modus Baru Begal di Jakarta Barat, Pura-Pura Menolong Korban Kecelakaan

Akurat Banten - Seorang pria berinisial I (43) nyaris lolos setelah diduga melakukan aksi kejahatan dengan cara berpura-pura menjadi penolong korban kecelakaan di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut dan berhasil mengamankan salah satu pelaku di lokasi.
Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha, mengonfirmasi bahwa pria tersebut menggunakan modus seolah-olah ingin membantu korban yang sedang kesulitan.
"Dari hasil pemeriksaan, modusnya berpura-pura ingin menolong saat korban kecelakaan dan pelaku berusaha merampas barang milik korban," ujar Aqsha.
Menurut Aqsha, aksi ini berawal ketika korban yang mengalami kecelakaan tunggal tengah duduk di pinggir jalan.
Pelaku kemudian mendekat bersama rekannya dengan motor dan menawarkan bantuan.
"Pelaku lihat kesempatan itu dan melancarkan aksinya," tambah Aqsha.
Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Ganda, menuturkan bahwa pelaku I tidak sendirian.
Ia bersama seorang rekannya mendekati korban yang saat itu motornya sudah tidak bisa digunakan.
"Jadi, korban itu kecelakaan tunggal, motornya rusak, tak bisa jalan. Pelaku ini naik motor berdua, lalu datangi korban, berniat menolong. Lalu, pelaku mau menolong, tapi (korban) disuruh bayar dulu," jelas Ganda.
Namun, korban menolak karena tidak memiliki uang.
"(Korban menjawab) ‘Enggak usah bang, saya tak punya duit.’ ‘Ya udah yang lain deh, hp, hp, gitu,’ si pelaku malah nodong korban," ungkap Ganda menirukan percakapan antara korban dan pelaku.
Korban yang merasa diancam kemudian berteriak minta tolong hingga warga sekitar berdatangan ke lokasi.
"Sempat disuruh diam sama pelaku, tapi korban panik dan merasa terancam, hingga dia teriak ‘begal, begal.’ Akhirnya ramai warga datang. (Pelaku) sempat dikeroyok warga itu, tapi yang satu kabur pakai motor dan yang satu berhasil kita amankan," kata Ganda.
Dalam kejadian ini, pelaku tidak membawa senjata tajam.
"Tak ada. Makanya kita tanya ke korban, dia pakai sajam nggak? ‘Enggak,’ katanya. Oh berarti ditodong gitu aja," ujar Ganda.
Baca Juga: PUSTAKA Laporkan Dugaan Kerugian Negara Rp1,5 Miliar di Perumda Tirta Benteng ke Kejati Banten
Polisi kini masih melakukan pengejaran terhadap satu orang pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri.
"Ya, kami masih proses penyelidikan, kita telusuri lagi buat pelaku yang satu lagi," tutur Ganda.
Aksi kejahatan dengan modus pura-pura menolong korban kecelakaan ini menambah daftar panjang modus begal di Jakarta.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika menerima bantuan dari orang asing, khususnya saat berada dalam kondisi rentan seperti kecelakaan di jalan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang terlihat sedang menawarkan pertolongan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






