Sekolah Rakyat Makassar Jadi Sorotan, Mensos Puji Kemajuan dan Janji Atasi Kekurangan

Akurat Banten - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul kembali menyambangi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar pada Jumat siang, membawa kabar apresiasi sekaligus catatan penting bagi perkembangan sekolah alternatif tersebut.
Kunjungan ini bukan yang pertama bagi Gus Ipul, namun kali ini ia mendapati suasana berbeda.
Jika sebelumnya sekolah masih dalam tahap persiapan, kini penyelenggaraan sudah berjalan dengan baik.
"Alhamdulillah, semuanya berjalan baik," ucapnya.
Ia menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar di awal adalah proses adaptasi siswa terhadap sistem berasrama.
Menurutnya, banyak siswa yang sempat kesulitan meninggalkan orang tua dan lingkungan rumah.
Namun seiring waktu, mereka mulai terbiasa dan bahkan menunjukkan rasa percaya diri yang kian meningkat.
Baca Juga: Polri-TNI Perkuat Sinergi, Pastikan Keamanan Publik Pasca Demonstrasi Anarkis
"Saya bangga karena kepercayaan dirinya mulai muncul," katanya.
Meski perkembangan positif terlihat, Gus Ipul mengingatkan agar semua pihak tidak cepat berpuas diri.
Ia menegaskan praktik baik yang sudah berjalan harus dijaga, sementara kekurangan yang ada perlu segera dibenahi.
Dari laporan sekolah, para siswa kini lebih cepat menyerap pembelajaran berkat program matrikulasi tiga bulan yang dipersiapkan untuk menyamakan kemampuan mereka.
Keberagaman latar belakang siswa menjadi tantangan tersendiri.
Untuk itu, ia menilai kunci keberhasilan ada pada konsistensi, kesabaran, serta empati dari semua pihak yang terlibat.
"Dinamikanya pasti ada karena kita mendidik anak-anak dengan latar belakang berbeda. Maka harus ada kesediaan berkolaborasi antara kepala sekolah, guru, wali asrama, dan semua pihak yang terlibat," jelasnya.
Namun, Gus Ipul tidak menutup mata terhadap sejumlah keterbatasan, terutama sarana-prasarana dan tenaga pengajar.
Ia menyebut jumlah guru secara umum mencukupi, tetapi masih ada kekurangan di bidang tertentu, seperti matematika.
Untuk mengatasi hal itu, sementara waktu para guru lain diminta membantu sebelum pemerintah menambah tenaga pengajar baru.
"Ada yang kurang tapi masih bisa di-back up oleh guru lain. Sampai sekarang kita masih melakukan seleksi untuk menambah tenaga pengajar," tuturnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus bekerja keras memenuhi kebutuhan sekolah, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia.
Menurutnya, sekolah rakyat sudah menjadi program prioritas yang menyebar di ratusan titik di Indonesia.
Baca Juga: Pestapora Geger! Deretan Musisi Ramai-ramai Mundur, Isu Freeport Jadi Pemicu Utama
Ia memastikan perkembangan setiap sekolah akan dipantau langsung.
"Saya ikuti terus perkembangan Sekolah Rakyat di 100 titik. Meski ada hambatan, semuanya pelan-pelan bisa diatasi. Konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci," tegas Gus Ipul.
Dengan dukungan berbagai pihak, ia optimistis Sekolah Rakyat dapat terus berkembang sebagai solusi pendidikan inklusif yang merangkul anak-anak dari beragam latar belakang.
Pemerintah pun berjanji tidak akan berhenti mencari jalan keluar atas berbagai keterbatasan yang masih dihadapi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 3Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 4Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 5Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 6Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 7PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 8Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 9Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Artikel di Situs Resmi Sempat Picu Dugaan Kebocoran Hasil
- 10Kerugian Jemaah Haji dan Umrah Capai Rp 247,65 Miliar, Kemenhaj Catat 244 Aduan






