Demo Akbar Memanas, Guru SDN 01 Pekojan Tambora Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi

AKURAT BANTEN - Gelombang demonstrasi besar-besaran yang melanda berbagai daerah di Indonesia pasca tragedi tewasnya seorang pengemudi ojek online, kini menimbulkan cerita baru.
Chandra merupakan seorang guru olahraga yang bertugas di SD Negeri 01 Pekojan Tambora, Jakarta Barat, diduga menjadi korban salah tangkap dan mengalami penganiayaan oleh aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, guru tersebut ditahan sejak Kamis (28/8/25) sore hingga Jumat (29/825) pukul 16.00 WIB di Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Tunjangan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Alami Kenaikan, Mahasiswa Bakal Demo Parlemen Daerah
Dalam informasi itu, selama penahanan, guru tersebut dipukul di bagian kepala, perut, hingga mata. Akibatnya, penglihatannya di salah satu sisi mata terganggu.
"Ternyata guru saya ditahan dari kamis sore sampai jumat jam 4 sore di polda, dipukul perut, kepala, mata. Sekarang matanya gak bisa lihat sebelah. Hp disita jadi gak bisa hubungi keluarga. Jumat gak masuk ternyata di polda, sekejam itu polisi, biadab tuh polisi, sudah teriak kasi tau kalo dia guru gak didengar," kutipan dalam teks informasi yang tersebar.
Selain itu, teks tersebut juga menjelaskan sudah mengonfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 01 Tambora dan dibenarkan bahwa yang bersangkutan adalah guru olahraga di sekolah tersebut.
Baca Juga: Perkuat Diplomasi, Dubes RI Resmi Jalankan Tugas di San Marino
Dari info itu, guru tersebut tidak ikut dalam aksi unjuk rasa melainkan sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah.
"Saya sudah konfirmasi ke kapseknya. Kalau Bapak itu guru olah raga di SD O1 Pekojan Tambora. Kepseknya sudah ke pengawas, sudah ke sudin lagi di proses. Bapak ini tidak ikut demo melainkan pulang ke rumah dari sekolah. Polisi tangkap salah sasaran. Mohon dibantu teman-teman biar mendapat ke adilan," bunyi tulisan selanjutnya yang diterima redaksi Akurat Banten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







