Banten

Preman Berkedok Jual Air Mineral Diciduk Polisi di Koja

Moehamad Dheny Permana | 13 Agustus 2025, 20:25 WIB
Preman Berkedok Jual Air Mineral Diciduk Polisi di Koja

Akurat Banten - Aksi pemalakan berkedok jualan air mineral di kawasan Plumpang Semper, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, berakhir di tangan aparat kepolisian.

Unit Reskrim Polsek Koja meringkus dua pria yang diketahui kerap memaksa sopir truk membeli air minum kemasan dengan harga tak wajar.

 “Kami menangkap dua orang pria berinisial H (25) dan TH (24) yang memalak sopir dengan memaksa membeli air mineral yang mereka siapkan dengan harga yang tinggi,” ujar.

Penangkapan dilakukan setelah laporan masuk ke Call Center 110 mengenai maraknya aksi premanisme di jalur tersebut.

Menurut Andry, lokasi itu sering menjadi titik rawan bagi sopir trailer dan truk bermuatan yang melintas.

Para pelaku biasanya berkeliaran di sekitar persimpangan sambil berperan sebagai “pak ogah” sebelum memulai aksinya.

 “Hasil dari jadi pak ogah itu mereka pakai untuk beli satu dus air minum kemasan di warung. Lalu dijual lagi kepada sopir truk dengan modus seolah-olah berdagang,” jelasnya.

Namun praktik itu jauh dari transaksi normal.

Baca Juga: Gubernur Jateng Soroti Aksi Tuntut Mundur Bupati Pati, Ingatkan Proses Harus Lewat DPRD

Mereka mematok harga Rp10 ribu untuk satu botol air dan menawarkannya secara paksa.

Bahkan, menurut Andry, pelaku tak segan menaiki pintu sopir dan mengancam jika target menolak membeli.

 “Airnya juga belum diberikan ke sopir walaupun si sopir sudah memberi uang. Malahan jika dilihat ada barang berharga di dashboard mobil, langsung diambil,” tegasnya.

Aksi para pelaku terbongkar ketika tim buru sergap (buser) Polsek Koja yang dipimpin Panit Opsnal Reskrim IPDA Ruswandi melakukan observasi lapangan.

Mereka mendapati sekelompok preman tengah mengadang sopir dan memaksa transaksi.

Petugas langsung bergerak mengamankan para pelaku, namun beberapa orang berhasil melarikan diri.

Dua tersangka yang tertangkap dibawa ke Polsek Koja untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Satu rekan mereka masih dalam pengejaran.

Meski terbukti melakukan pemalakan, kedua pelaku tidak langsung dijerat pidana.

 “Kami akan lakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan mereka dan mengirim kedua pelaku ke Sudin Sosial,” kata Andry.

Polisi berharap langkah ini dapat menekan aksi premanisme di wilayah tersebut.

Aparat juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat praktik serupa di jalanan.

Baca Juga: Try Sutrisno Geram, Gibran Lepas Sepatu di Rumahnya Gegara Ulah Sosok yang Tidak Terduga

Laporan cepat dari warga dinilai sangat membantu petugas dalam menangani gangguan keamanan di area publik.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa modus pemalakan dapat dibungkus dengan berbagai cara, termasuk kedok berjualan barang kebutuhan sehari-hari.

Andry menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan razia di titik-titik rawan untuk memastikan kenyamanan para pengguna jalan.

Premanisme yang mengganggu kelancaran lalu lintas, apalagi disertai pemerasan, tidak akan ditoleransi di wilayah hukumnya.

Dengan penindakan ini, diharapkan para sopir dapat melintas dengan aman tanpa khawatir menjadi sasaran pemalakan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.