Banten

Pria di Deli Serdang Diduga Dibakar Oknum ASN Usai Kepergok Curi Ubi, Polisi Turun Tangan

Andi Syafrani | 12 Agustus 2025, 16:54 WIB
Pria di Deli Serdang Diduga Dibakar Oknum ASN Usai Kepergok Curi Ubi, Polisi Turun Tangan

AKURAT BANTEN - Kasus dugaan penganiayaan brutal terjadi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Seorang pria berinisial F, yang dituduh mencuri ubi, dikabarkan menjadi korban pembakaran oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Peristiwa ini viral di media sosial setelah foto korban yang terluka parah beredar luas.

Baca Juga: Jokowi Dapat Undangan Sidang Tahunan MPR, Kehadiran Masih Tanda Tanya

Dalam foto yang beredar, F terlihat duduk lemah di sebuah kursi, dengan luka bakar di bagian tangan kiri dan lehernya. Narasi yang menyertai unggahan itu memicu kemarahan warganet, apalagi ada klaim bahwa aksi tersebut dilakukan secara sengaja sebagai bentuk “hukuman” terhadap pencurian yang dilakukannya.

Kapolsek Tembung, AKP Ras Maju Tarigan, membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian bermula pada Rabu (6/8/2025), ketika F bersama seorang rekannya diduga mencuri ubi di lahan milik pelaku yang merupakan ASN.

Baca Juga: Menko Polkam Soroti Kematian Prada Lucky, Tegaskan Penyelidikan Harus Transparan

“Belum diketahui berapa banyak ubi yang diambil. Saat itu, aksi mereka dipergoki warga dan langsung diamankan,” ujar Ras Maju.

F kemudian dibawa warga untuk diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada pemilik lahan. Namun, sebelum sampai di lokasi pertemuan, situasi berubah mencekam.

“Sebelum sampai di tempat itu, datang yang punya lahan. Mungkin sudah emosi, pelaku memukul korban, lalu menyiramnya dengan cairan yang diduga bensin, dan membakarnya,” kata Ras Maju.

Baca Juga: Kolaborasi Pandeglang dan Tangsel, Selamatkan TPA Bangkonol dari Ancaman Penutupan

Akibatnya, F mengalami luka bakar di dada hingga tangan. “Korban mengalami luka bakar di tangan dan leher. Ia sempat menjalani perawatan dan opname selama satu hari di rumah sakit,” tambahnya.

Polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku pembakaran. Saat ini, proses hukum tengah berjalan dan penyidik sedang mengumpulkan bukti tambahan untuk memperkuat kasus.

Baca Juga: TRAGIS! Demi Lunasi Utang Judol 130 Juta, Pegawai BPS Halmahera Timur Tewas Dibunuh Rekan Kerja

Menariknya, dalam video yang beredar, ada narasi bahwa seorang oknum polisi ikut terlibat dalam pembakaran tersebut. Terkait hal itu, Ras Maju menegaskan pihaknya masih menyelidiki kebenaran informasi tersebut.

Kasus ini menuai kecaman dari masyarakat, baik di dunia nyata maupun media sosial. Banyak yang menilai bahwa meski mencuri adalah tindakan salah, kekerasan brutal seperti ini tidak bisa dibenarkan. Publik pun mendesak aparat untuk mengusut tuntas dan memberikan hukuman setimpal kepada siapa pun yang terlibat.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa penegakan hukum harus selalu mengedepankan asas kemanusiaan. Kesalahan seseorang memang perlu diproses, tetapi kekerasan tidak pernah menjadi jalan keluar yang adil. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC