Banten

Kolaborasi Pandeglang dan Tangsel, Selamatkan TPA Bangkonol dari Ancaman Penutupan

Andi Syafrani | 12 Agustus 2025, 16:33 WIB
Kolaborasi Pandeglang dan Tangsel, Selamatkan TPA Bangkonol dari Ancaman Penutupan

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Banten, tengah bergerak cepat untuk menyelamatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol di Kecamatan Cigeulis.

Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) guna memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang selama ini menjadi sorotan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga: TRAGIS! Demi Lunasi Utang Judol 130 Juta, Pegawai BPS Halmahera Timur Tewas Dibunuh Rekan Kerja

Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menjelaskan bahwa kerja sama ini muncul sebagai respons atas teguran dari KLHK.

Pasalnya, TPA Bangkonol selama ini beroperasi dengan sistem “open dumping” atau pembuangan terbuka—metode yang sudah lama dianggap bermasalah karena menimbulkan pencemaran lingkungan yang cukup parah.

“Kerja sama ini semata-mata untuk menyelamatkan TPA Bangkonol. Kami ingin beralih dari ‘open dumping’ menjadi sistem ‘sanitary landfill’ yang lebih aman bagi lingkungan,” ujar Iing di Serang, Selasa (12/8/2025).

Baca Juga: Berikan Fasilitasi Impor Sementara, Bea Cukai Tangerang Dukung GIIAS 2025 di ICE BSD

Metode open dumping membuat sampah menumpuk begitu saja tanpa perlakuan khusus. Akibatnya, air lindi mencemari tanah dan sumber air, sementara bau menyengat mengganggu warga sekitar. Tak jarang, tumpukan sampah ini juga memicu kebakaran dan menjadi sarang penyakit.

Iing menegaskan, perubahan metode ke sanitary landfill akan membuat pengelolaan sampah lebih terkendali. Sampah akan ditimbun dan dilapisi tanah secara berkala, sehingga risiko pencemaran bisa diminimalkan.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah lingkungan yang selama ini menghantui wilayah sekitar TPA Bangkonol.

Baca Juga: GMNI Kabupaten Tangerang Soroti Makna Kemerdekaan di Usia 80 Tahun

Ia juga memastikan bahwa meski kontrak kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang dan Pemkot Tangsel sudah ditandatangani, saat ini belum ada kiriman sampah dari Tangsel yang masuk ke Pandeglang.

“Kami ingin memastikan fasilitas dan sistem baru sudah siap sebelum menerima tambahan sampah dari luar daerah,” jelasnya.

Baca Juga: RAPBN 2026 Dinilai Jadi Titik Balik Penting untuk Program Strategis Pemerintah

Bagi Pemkab Pandeglang, kerja sama ini bukan sekadar urusan teknis, tapi juga menyangkut citra daerah. TPA yang dikelola dengan baik akan menjadi bukti komitmen pemerintah daerah terhadap kelestarian lingkungan. Terlebih, Banten kerap menjadi sorotan nasional terkait masalah sampah dan limbah.

Pemerintah pusat sendiri mendorong seluruh daerah untuk meninggalkan metode pembuangan terbuka. KLHK bahkan telah menargetkan seluruh TPA di Indonesia harus beralih ke sistem sanitary landfill atau metode lain yang lebih ramah lingkungan sebelum tahun 2030.

Baca Juga: PNS DLH Kota Bogor Meninggal Dunia Akibat Longsoran Sampah di TPPAS Galuga

Warga sekitar TPA Bangkonol menyambut positif langkah ini, meski masih ada kekhawatiran soal pelaksanaan dan dampak dari kerja sama dengan Tangsel.

Mereka berharap perbaikan fasilitas tidak hanya menyelesaikan masalah teknis, tapi juga membawa manfaat nyata bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Dengan langkah cepat dan kolaborasi lintas daerah ini, Pemkab Pandeglang berharap TPA Bangkonol bisa berubah dari sumber masalah menjadi contoh pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC