Luput Bantuan Pemkot Tangerang, Pengrajin Difabel Cuma Dapat Bencana Banjir

AKURAT BANTEN - Ian Kapal, pria berusia 41 tahun warga Perumnas Cibodas, Kota Tangerang, yang merupakan seorang penyandang disabilitas, tak pernah merasa goyang untuk tetap menahkodai keluarga tercinta.
Dengan keterbatasan fisik Ian yang hanya memiliki satu kaki, tak menyurutkan baginya untuk terus menebar kebaikan dengan kreativitas yang dimilikinya. Justru sebaliknya, pria yang kini menekuni sebagai pengrajin kaki palsu, mempunyai impian yang sangat mulia.
Pria asal Aceh bernama aseli Dian Okiadi yang kini akrab disapa Ian Kapal merupakan panggilan dari akronim Kaki Palsu (Kapal) itu, sangat ingin berkolaborasi untuk menciptakan program seribu kaki palsu untuk diberikan kepada para kaum difabel gratis.
Baca Juga: Pengen Estetik! Pemkot Tangerang Cat Trotoar, Sampah Dibiarkan Berceceran
Ian sendiri harus merelakan satu kakinya diamputasi setelah insiden kecelakaan yang melibatkannya pada tahun 2007 silam. Dari situlah ia merasa sulitnya untuk mendapatkan kaki palsu karena harga yang terlampau mahal.
Berjalannya waktu, ia yang menabung dari hasil usaha warung nasinya itu pun akhirnya berhasil untuk membeli kaki palsu. Namun, pada waktu kaki palsu itu mulai rusak ia mempelajarinya untuk memperbaikinya sendiri.
“Dari situ saya jadi tahu bagaimana cara merakit atau merancang kaki palsu, serta mereparasi. Sebelumnya pun ada pengamen yang kakinya rusak saya perbaiki. Dari situlah, saya yakin bisa membuat kaki palsu dengan harga yang murah,” ujar Ian Kapal, Rabu (25/6/2025).
Baca Juga: Satgas Gaktibmas Gerebek Praktik Prostitusi Daring, Belasan Diamankan
Tanpa adanya bantuan pemerintah, Ian yang menjalani profesi barunya itu hanya menunggu pesanan dari mulut ke mulut dan juga sebuah blog yang dibuatnya hingga tak disangka hasil kaki palsu buatnya itu pun perlahan ada permintaan dari luar negeri.
“Alhamdulillah bisa membantu seksama difabel. Karena saya tahu, jika harga kaki palsu itu mahal dipasaran. Maka saya jual lebih murah jauh, dan garansi seumur hidup. Kita sama sekali tidak ada bantuan apapun dari pemerintah,sih,” ucapnya.
Namun, Ian masih mempunyai mimpi untuk program pemberian kaki palsu kepada yang membutuhkan.
"Semua orang yang tidak punya kaki, pasti sangat menginginkan kaki palsu bukan kursi roda, sebenarnya. Karena mereka ingin berdiri, bukan duduk terlalu lama,” pungkasnya.
Baca Juga: Hari Anak Nasional di Kota Tangerang, Banyak Pelajar Dibawah Umur Dibiarkan Cari Uang Hingga Malam
Selain tidak adanya perhatian dari instansi terkait, yaitu Dinas Sosial Kota Tangerang. Ian pun mengaku, jika kediamannya yang juga menjadi ruang kerjanya itu kerap kali terendam banjir imbas dari buruknya infrastruktur.
“Ya, semoga kedepannya kalau hujan besar ga sampai banjir masuk ke rumah. Jadi terendam workshop yang kecil ini. terpaksa kita tunda sampai surut airnya,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Mikel Arteta Disebut Mulai Jadi “Ferguson” di Premier League, Responsnya Bikin Penasaran
- 10Cristiano Ronaldo Tetap Dipanggil Jorge Jesus, tapi Ada Syarat Tegas: Bintang Portugal Tak Dapat Keistimewaan








