KIAN MEMANAS! Balas Dendam Iran Hantam Pangkalan Udara AS di Qatar: Rudal Ditembakkan, Trump Beri Komentar Mengejutkan

AKURAT BANTEN – Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya! Iran dilaporkan telah melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, fasilitas militer terbesar Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut, pada Senin tengah malam waktu setempat.
Serangan ini disebut sebagai balasan atas keterlibatan AS dalam kampanye pengeboman Israel terhadap Iran dan menyusul gelombang serangan rudal antara kedua negara.
Ledakan dilaporkan terdengar di sekitar Ibu Kota Qatar, Doha, saat Teheran mengumumkan bahwa mereka melancarkan serangan rudal sebagai respons pembalasan.
Ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengemukakan prospek perubahan rezim di Teheran, yang semakin memperparah situasi yang sudah tegang akibat serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran selama akhir pekan.
Meskipun Iran mengklaim telah melancarkan serangan, Kementerian Pertahanan Qatar melalui stasiun televisi Al Jazeera, Selasa (24/6/2025), mengeklaim bahwa sistem pertahanan udara negara telah mencegat setiap rudal yang masuk, dan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Al Jazeera juga menayangkan rekaman puing-puing, yang disebut berasal dari rudal yang dicegat, tergeletak di jalan tak dikenal yang dikelilingi penduduk.
Seorang pejabat pertahanan AS membenarkan bahwa Iran menargetkan Al Udeid sebagai respons balasan yang sebagian besar bersifat simbolis.
Pejabat itu menambahkan bahwa Iran meluncurkan rudal balistik jarak menengah setelah mengomunikasikan langkah tersebut kepada pejabat Qatar dan AS sebelumnya, sehingga tidak ada korban di pihak AS.
Baca Juga: Drama 12 Hari Iran-Israel Berakhir? Trump Umumkan Gencatan Senjata Total di Media Sosial
Alih-alih mengecam keras, Presiden Donald Trump menepis serangan itu sebagai "respons yang sangat lemah."
Lebih lanjut, dalam postingan di platform daring miliknya, Truth Social, Trump justru berterima kasih kepada Iran karena telah memperingatkan serangan yang akan datang.
"Yang terpenting, mereka telah mengeluarkan semuanya dari sistem mereka, dan mudah-mudahan, tidak akan ada lagi kebencian... Mungkin Iran sekarang dapat melanjutkan menuju perdamaian dan harmoni di kawasan, dan saya akan dengan antusias mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama," tulis Trump.
Komentar Trump ini mengejutkan banyak pihak, terutama setelah pada Minggu (22/6) ia sempat mengisyaratkan kemungkinan perubahan rezim di Iran melalui unggahan media sosial.
Baca Juga: Iran Kembali Luncurkan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memuncak
Belum ada tanggapan resmi dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengenai perkembangan terbaru ini.
Putin Ikut Bersuara: Sebut Serangan AS-Israel "Agresi Tidak Beralasan". Sebelumnya pada Senin, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menjamu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Kremlin untuk membahas kemungkinan jalan keluar dari krisis.
Dalam pertemuan tersebut, Putin secara tegas menggambarkan serangan AS dan Israel terhadap infrastruktur nuklir Iran sebagai "agresi yang tidak beralasan" yang tidak dapat dibenarkan.
"Tindakan Israel dan AS adalah tidak sah dan melanggar norma-norma internasional," tegas Putin.
Konflik di Timur Tengah memang semakin memanas setelah keputusan Trump pada akhir pekan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Meskipun Trump berulang kali mendesak Teheran untuk tidak membalas dan terlibat dalam pembicaraan, dengan mengeklaim sekarang adalah "waktunya untuk perdamaian," serangan balasan Iran ini menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih sangat panjang dan penuh tantangan.
Dunia kini menanti, apakah insiden ini akan memicu eskalasi yang lebih besar atau justru membuka celah bagi negosiasi di tengah panasnya konflik geopolitik (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 4Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 5Gibran Disebut Berpotensi Diganti, 10 Nama Ini Muncul dalam Prediksi Pengamat, Ada Puan dan AHY!
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 8Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






