Banten

Drama 12 Hari Iran-Israel Berakhir? Trump Umumkan Gencatan Senjata Total di Media Sosial

Andi Syafrani | 24 Juni 2025, 08:05 WIB
Drama 12 Hari Iran-Israel Berakhir? Trump Umumkan Gencatan Senjata Total di Media Sosial

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian publik setelah mengumumkan bahwa Iran dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik bersenjata yang berlangsung selama hampir dua pekan terakhir.

Lewat platform media sosial Truth Social, Trump menyampaikan bahwa kedua negara telah menyetujui gencatan senjata secara penuh dan segera.

Baca Juga: Tora Sudiro Tegas Tak Mau Dipanggil Kakek Oleh Cucu Pertama, Minta Panggilan Sayang Ini, Tak Mau Kelihatan Tua? 

"SELAMAT UNTUK SEMUANYA! Telah disepakati secara penuh oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan dilakukan GENCATAN SENJATA Penuh (kira-kira dalam 6 jam dari sekarang, ketika Israel dan Iran telah meredakan dan menyelesaikan misi akhir yang masih berjalan!), untuk 12 jam, di mana Perang akan dianggap BERAKHIR!" tulis Trump dalam unggahannya yang langsung viral.

Baca Juga: Iran Kembali Luncurkan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memuncak

Menurut penuturan Trump, kesepakatan itu mencakup rencana penghentian serangan secara bertahap. Iran disebut akan menjadi pihak pertama yang menghentikan serangan, kemudian Israel akan mengikuti setelah jeda waktu 12 jam.

Dalam waktu 24 jam sejak gencatan senjata pertama dimulai, kedua belah pihak diharapkan sudah sepenuhnya menghentikan konflik dan mengakhiri yang disebut Trump sebagai "perang 12 hari."

Baca Juga: Tiga Jemaah Haji Indonesia Masih dalam Pencarian Intensif

“Dalam GENCATAN SENJATA, pihak yang lain akan tetap BERDAMAI dan MENGHORMATI,” tegasnya lagi.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Belakang SPBU Petukangan, 55 Petugas Damkar Dikerahkan Padamkan Api

Trump juga menyampaikan pujian yang cukup mengejutkan untuk kedua negara yang dikenal saling bermusuhan itu. Ia menyebut baik Iran maupun Israel telah menunjukkan ketangguhan, keberanian, serta kecerdasan politik untuk memilih damai ketimbang terus melanjutkan perang yang bisa saja meluas menjadi konflik regional.

Baca Juga: Banjir Rob Kembali Menerjang Pluit, Air Capai 55 Sentimeter dan Masuk ke Rumah Warga

“Ini adalah Perang yang bisa terjadi bertahun-tahun, dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, tapi nyatanya tak terjadi, dan tak akan terjadi!” tulisnya penuh keyakinan.

Sebelumnya, pada 13 Juni, ketegangan memuncak ketika Israel meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Iran. Serangan itu disebut sebagai respons atas dugaan bahwa Teheran sedang menjalankan program senjata nuklir secara diam-diam.

Tak lama berselang, Iran membalas lewat serangan bernama Operasi “True Promise III” yang menyasar sejumlah wilayah strategis di Israel.

Baca Juga: Website Sepi? Terapkan UX Copywriting dan Conversion Strategy ala 2025!

Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun Iran yang mengonfirmasi langsung kesepakatan tersebut, pernyataan Trump menjadi sinyal penting bahwa upaya diplomatik mungkin telah dilakukan di balik layar.

Beberapa pengamat menyebut peran negara ketiga, termasuk AS, sangat mungkin jadi kunci dalam tercapainya kesepakatan ini.

Baca Juga: Fahri Hamzah Sindir Pengembang Rumah yang Kini Jadi Spekulan Tanah: Harga Naik, Rumah Tak Kunjung Dibangun

Jika benar-benar terjadi, gencatan senjata ini bisa menjadi titik balik penting dalam hubungan panas kedua negara. Meski sejarah permusuhan panjang tidak bisa hilang dalam sekejap, namun langkah ini membuka peluang baru untuk diplomasi dan stabilitas di kawasan yang kerap dilanda konflik berkepanjangan.

Di akhir pesannya, Trump menutup dengan seruan damai yang penuh semangat.

“Tuhan berkati Israel, Tuhan berkati Iran, Tuhan berkati Timur Tengah, Tuhan berkati Amerika Serikat, dan TUHAN BERKATI DUNIA!” tulisnya dalam huruf kapital.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC