Banten

Banjir Rob Kembali Menerjang Pluit, Air Capai 55 Sentimeter dan Masuk ke Rumah Warga

Moehamad Dheny Permana | 23 Juni 2025, 21:11 WIB
Banjir Rob Kembali Menerjang Pluit, Air Capai 55 Sentimeter dan Masuk ke Rumah Warga

Akurat Banten - Banjir rob kembali menyapa kawasan pesisir utara Jakarta dengan luapan air yang lebih besar dari biasanya.

Genangan air laut pasang merendam pemukiman warga di RW 22, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

"Air mulai masuk sekitar pukul 17.00 WIB dan cukup tinggi merendam area depan pos RW," ujar Ketua RW 22, Bani.

Ia menambahkan bahwa banjir rob kali ini terasa lebih besar dibanding hari sebelumnya.

“Kemarin juga banjir, tapi malam ini lebih gede,” katanya.

Warga setempat, Saepudin, juga mengeluhkan tingginya air yang mencapai 55 sentimeter dan mulai memasuki rumah warga sejak pukul 21.00 WIB.

Baca Juga: Tips Gaya Hidup Hemat ala Anak Muda, Dari Ngopi sampai Belanja Online

Menurutnya, kondisi ini cukup mengejutkan mengingat beberapa hari sebelumnya wilayah tersebut bebas dari genangan.

“Ini merupakan malam pertama setelah empat hari enggak rob,” ujarnya.

Biasanya, kata dia, air rob mulai surut perlahan menjelang tengah malam atau dini hari.

Saat pagi datang, Muara Angke kembali terlihat kering seolah tak pernah dilanda banjir.

Fenomena ini pun dibenarkan oleh Kepala Satuan Tugas BPBD Wilayah Jakarta Utara, Ariesta.

Ia menyampaikan bahwa banjir rob memang tengah diprediksi terjadi sepanjang 21 hingga 29 Juni 2025 di wilayah pesisir utara Jakarta.

“Iya, terjadi rob saat ini,” ucap Ariesta.

Baca Juga: Website Sepi? Terapkan UX Copywriting dan Conversion Strategy ala 2025!

Banjir rob memang menjadi langganan tahunan warga pesisir, namun tingginya air kali ini cukup menyulitkan aktivitas malam warga.

Banyak yang harus memindahkan barang-barang ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat air asin.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan siaga, terutama mereka yang tinggal di daerah dataran rendah dan dekat pesisir.

Pemerintah daerah juga diminta terus memantau kondisi pasang air laut, serta memastikan saluran air dan tanggul penahan dalam kondisi baik agar dampak rob dapat diminimalkan.

Fenomena rob seperti ini seolah menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan naiknya muka air laut bukan lagi isu masa depan, tapi sudah nyata terjadi di depan mata.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.