Banten

Bukan Lagi 9 Naga! Ini Dia 9 Haji, Penguasa Ekonomi Baru Indonesia yang Mengguncang Taipan Lama

Saeful Anwar | 2 Juni 2025, 11:00 WIB
Bukan Lagi 9 Naga! Ini Dia 9 Haji, Penguasa Ekonomi Baru Indonesia yang Mengguncang Taipan Lama

AKURAT BANTEN – Selama beberapa dekade, lanskap ekonomi Indonesia didominasi oleh segelintir konglomerat yang dikenal dengan sebutan "9 Naga".

Namun, angin perubahan sedang berhembus kencang. Kini, muncul fenomena baru: sembilan figur kuat dari berbagai daerah yang dijuluki "9 Haji", yang perlahan tapi pasti mulai mengguncang dominasi taipan lama.

Julukan "9 Haji" ini bukan hanya merujuk pada predikat religius mereka, melainkan juga pada kekuatan ekonomi dan pengaruh lokal yang telah meluas hingga ke kancah nasional.

Mereka tak hanya menguasai sektor-sektor strategis di wilayahnya, tetapi juga menunjukkan potensi besar untuk merombak peta kekuasaan bisnis tanah air.

Baca Juga: Gaji ke 13 PNS dan Pensiunan Cair Hari Ini! Berikut Nominal Gaji Berdasarkan Golongan1

Siapakah mereka dan bagaimana mereka membangun kerajaan bisnisnya? Mari kita selami lebih dalam.

Berikut adalah sembilan sosok inspiratif yang kini menjadi sorotan utama di dunia bisnis Indonesia:

1. Haji Isam (Samsudin Andi Arsyad)

Dari Sopir Truk Menjadi Raja Tambang

Kisah Haji Isam adalah gambaran sempurna tentang transformasi dari nol menjadi raksasa.

Dulu hanya seorang sopir truk kayu di Batu Licin, Kalimantan Selatan, kini ia mengendalikan Jhonlin Group, konglomerasi yang menjadi tulang punggung ekonomi Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah Idul Adha Lengkap dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah Beserta Artinya

Bisnisnya berakar kuat di pertambangan batu bara melalui PT Jhonlin Baratama, namun telah meluas ke sektor kelapa sawit, energi terbarukan, pelabuhan, hingga penerbangan.

Istana pribadinya yang berdiri di atas lahan 20 hektare menjadi simbol keberhasilannya yang luar biasa.

2. Haji Kalla (Kalla Group)

Simbol Ekonomi Indonesia Timur

Kalla Group, yang telah berdiri sejak 1952, kini menjadi simbol kekuatan ekonomi Indonesia Timur.

Di bawah kepemimpinan keluarga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, grup ini mendominasi distribusi otomotif untuk merek-merek besar seperti Toyota dan Kia.

Baca Juga: Duel Sengit Dua Raja Batu Akik Indonesia: Lumut Suliki vs Sulaiman, Mana yang Paling Menggoda?

Dengan jaringan dealer yang merata di empat provinsi Sulawesi, bisnis ini juga didukung oleh usaha logistik dan rental kendaraan.

Kalla Group dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi utama dalam menjalankan usahanya.

3. Haji Aksa (Muhammad Aksa Mahmud)

Dari Jualan Es Menjadi Raja Semen dan Infrastruktur

Perjalanan Muhammad Aksa Mahmud adalah kisah inspiratif dari pinggiran Barru, Sulawesi Selatan.

Berawal dari berjualan es dan kurma, ia berhasil membangun Bosowa Group, salah satu pemain besar di sektor semen, otomotif, dan infrastruktur.

Pabrik semen di Maros menjadi andalan utama, sementara bisnis otomotifnya mencakup distribusi

Baca Juga: Terobosan Pendidikan: Sekolah Swasta SD-SMP Bakal Gratis, Angin Segar atau Anggaran Seret?

Mitsubishi dan Mercedes-Benz. Ia juga turut andil dalam pembangunan jalan tol strategis, baik di Makassar maupun Jabodetabek.

4. Haji Rasyid (Abdul Rasyid AS)

Raja Sawit dari Kalimantan Tengah

Abdul Rasyid AS, atau akrab disapa Haji Rasyid, berhasil membangun kerajaan sawitnya melalui Citra Borneo Indah Group.

Dengan lahan seluas 115.000 hektare di bawah bendera PT Sawit Sumbermas Sarana, ia menjadi pemain utama di industri ini.

Baca Juga: Barisan 8 Center Senggol Dedi Mulyadi Saat Deklarasi Ketua DPW Jabar

Meski sempat terseret kontroversi soal deforestasi, kontribusinya dalam menyerap tenaga kerja dan membangun fasilitas publik seperti masjid menunjukkan sisi sosial yang jarang tersorot.

5. Haji Leman (Abdussamad Sulaiman HB)

Multisektor dari Angkutan Sungai

Mendiang Abdussamad Sulaiman HB, alias Haji Leman, mendirikan Hasnur Group dari bisnis angkutan sungai pada tahun 1966.

Kini, grup tersebut menjelma menjadi kekuatan ekonomi multisektor—dari pertambangan, perkebunan, pelayaran, hingga olahraga.

Model bisnis berbasis keluarga yang ia terapkan menjadikan ketujuh anaknya sebagai pemimpin di berbagai lini usaha.

Baca Juga: Hari Besar Nasional Juni 2025: Catat Semua Tanggal Penting, Jangan Lewatkan Momen Spesial dan Kesempatan Libur Panjang Seru!

Salah satunya, Hasnuryadi Sulaiman, sukses membawa perusahaan pelayaran keluarga ke lantai bursa.

6. Haji Ijai (Muhammad Zaini Mahdi)

Penguasa Batu Bara Kalimantan Selatan

Nama Muhammad Zaini Mahdi alias Haji Ijai mungkin tak sefamiliar nama-nama besar lainnya, namun di Kalimantan Selatan, ia dikenal sebagai penguasa batu bara.

Melalui PT Batu Gunung Mulia, produksinya mencapai 2 juta ton per bulan—angka fantastis untuk skala regional.

Baca Juga: Intip Spesifikasi Xiaomi 14 Series: HP Keren dengan Kamera Leica, Performa Cepat, Layar Bagus, dan Baterai Tahan Lama

Dengan gaya hidup mewah, helipad pribadi, 9dan deretan mobil supercar, ia menjadi simbol kesuksesan baru dari daerah.

7. Haji Anif (Anif Shah)

Agribisnis dan Properti dari Sumatera Utara

Anif Shah memulai bisnisnya dari 1.500 hektare lahan sawit di Langkat, Sumatera Utara. Kini, ALAM Group miliknya mengelola lebih dari 30.000 hektare yang tersebar dari Sumatera Utara hingga Riau.

Baca Juga: EKSKLUSIF! 28 Sekolah Kedinasan Ini Tak Butuh Nilai UTBK SNBT 2025, Kuliah Gratis dan Jaminan CPNS Menanti!

Saat krisis harga CPO tahun 2008 mengguncang industri, Haji Anif tetap berdiri kokoh berkat diversifikasi bisnisnya ke properti, termasuk kawasan elit Cemara Asri yang terkenal di Medan.

8. Haji Robert (Robert Nitiyudo Wachjo)

Penguasa Tambang Emas Gosowong


Robert Nitiyudo Wachjo, atau Haji Robert, adalah penguasa tambang emas Gosowong di Halmahera Utara. Melalui PT Nusa Halmahera Minerals, ia berhasil mengambil alih kendali dari tangan asing.

Yang membuatnya berbeda adalah kepedulian sosialnya—dari renovasi rumah ibadah hingga program ekonomi rakyat, Haji Robert memadukan bisnis dan pengabdian dengan seimbang.

9. Haji Ciut (Muhammad Hatta)

Glamor dan Gurita Bisnis dari Kalimantan Selatan

Muhammad Hatta, alias Haji Ciut, mungkin adalah wajah paling mencolok dalam kelompok ini.

Baca Juga: Aturan Baru Rumah Subsidi, Ukuran Tanah hingga Luas Bangunan Kini Diatur Lebih Jelas

Dikenal luas karena gaya hidup glamornya—termasuk pesta pernikahan anak yang sempat viral—ia menjalankan bisnis pertambangan dan properti yang sangat menguntungkan.

Meski kerap dikritik karena kemewahannya, perannya dalam menciptakan ribuan lapangan kerja di Kalimantan Selatan tetap tak terbantahkan.

Wajah Baru Ekonomi Indonesia yang Lebih Inklusif
Kehadiran 9 Haji ini mencerminkan bangkitnya kekuatan ekonomi daerah yang mampu menyaingi dominasi pemain lama dari pusat.

Baca Juga: Bikin Funnel Otomatis Tanpa Ribet! Begini Cara Kerja AI Funnel di 2025

Mereka bukan hanya sekadar pengusaha sukses, melainkan juga simbol dari wajah baru ekonomi Indonesia yang lebih tersebar, inklusif, dan penuh warna.

Ini adalah bukti bahwa kesuksesan besar tidak lagi hanya milik segelintir orang di ibu kota, melainkan dapat tumbuh subur di berbagai pelosok negeri, membawa dampak signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman