UMKM Tangsel Didorong Naik Kelas Lewat Pelatihan Digital dan Sertifikasi Halal

AKURAT BANTEN - Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang Selatan mengikuti pelatihan bertajuk “UMKM Unggul Go Digital” yang digelar di Gedung Galeri Koperasi dan UKM.
Kegiatan ini diinisiasi oleh kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), sebagai langkah konkret untuk memperkuat kemampuan UMKM menghadapi tantangan era digital.
Baca Juga: Stok Melimpah, Bulog Jakarta-Banten Sukses Serap Gabah Petani di Atas Target
Pelatihan tersebut tidak hanya fokus pada pemanfaatan teknologi, tapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pendekatan desain yang berpusat pada manusia (human-centered design), penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pemasaran digital, serta perlindungan data usaha.
Tak kalah penting, peserta juga diajak memahami urgensi sertifikasi halal sebagai syarat penting agar produk mereka bisa bersaing di pasar global.
Baca Juga: Terungkap di Sidang, Harun Masiku Selfie Bareng Hasto di MA untuk Urus Fatwa PAW
Dua narasumber hadir dalam kegiatan ini, yakni Indra Rusyadi Adiwijaya dari BRIN yang membawakan materi soal teknologi terapan untuk UMKM, serta Luthfi Hidayati dari ITB-AD yang memberikan wawasan mengenai strategi branding dan pentingnya sertifikasi halal untuk membuka peluang ekspor.
Baca Juga: Tragedi di Tanah Suci, Calon Haji Asal Bojonegoro Meninggal Dunia Setibanya di Jeddah
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan, Bachtiar Priyambodo, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan akademisi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh.
“Kami sangat mendukung program seperti ini karena terbukti membekali UMKM dengan keterampilan yang relevan. Tujuannya bukan cuma agar mereka bertahan, tapi bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya, Sabtu (24/5).
Sementara itu, Koordinator Pemanfaatan Riset pada Kementerian/Lembaga BRIN, Wihatmoko Waskitoaji, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari misi BRIN untuk membawa hasil riset ke tengah masyarakat.
“Riset harus berdampak nyata. Kami ingin hasil dari laboratorium bisa langsung diaplikasikan oleh pelaku usaha kecil, agar UMKM tak hanya jadi tulang punggung ekonomi, tapi juga motor inovasi daerah,” kata Wihatmoko.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi antara peserta dengan para ahli, serta mempertemukan mereka dengan pendamping dan fasilitator dari sektor publik maupun swasta.
Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri pelaku UMKM untuk terus berkembang, melek teknologi, dan siap bersaing di era industri 4.0.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









