Banten

Gegara Gadis Pujaan Ogah Panggil Sayang, Sang Pacar Berstatus Mahasiswa UTM Aniaya Pacar, hingga Luka di Sekujur Tubuh!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 25 September 2024, 17:13 WIB
Gegara Gadis Pujaan Ogah Panggil Sayang, Sang Pacar Berstatus Mahasiswa UTM Aniaya Pacar, hingga Luka di Sekujur Tubuh!

AKURAT BANTEN - Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Achmad Fikri Islamuddin (AFI), saat ini sedang viral dibahas warganet. Uniknya, Ia aniaya kekasihnya, gegara gadis pujaannya ogah panggil sayang lagi.

Akibat tindakan tersangka, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya, AFI sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Viral, Sebuah Video Warga Gerebek Sepasang Remaja Diduga Berbuat Asusila, Ternyata ada Siswa SMAN 1 Cimarga

"Saat ini pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami proses hukum," ungkapnya pada, Selasa (24/9/2024) dikutip Akurat Banten.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan berdasarkan hasil visum, Febri menyebut korban mengalami luka di sekujur tubuh.

Diketahui dari bekas luka tersebut, tersangka tidak hanya memukuli, tapi juga mencakar dan menggigit korban.

Baca Juga: Miris! Jamur Tumbuh Subur di kuping Seorang Wanita di Tangsel, Hingga 2 Bulan Lebih

"Hasil visum terhadap korban ditemukan lebam di sejumlah bagian tubuh, bekas gigitan dan juga cakaran," ungkap Febri Isman.

Kronologi penganiayaan
Berdasarkan penjelasan Febri Isman terkait kronologi aksi panganiayaan tersebut, berawal ketika pelaku menghubungi korban tapi tidak mendapatkan respon seperti biasanya.

Kemudian, pelaku nekat mendatangi kos korban, namun naas hanya bertemu dengan teman pelaku.

Baca Juga: Pemprov Banten Resmi Keluarkan Logo HUT Ke-24 dan Twibbon, Dengan Slogan 'Banten Untuk Indonesia Maju'

"Pelaku mengaku kesal karena tidak lagi dipanggil dengan sebutan sayang"

Terkait berapa lama mereka menjalin asmara kemudian terjadi insiden tersebut Febri menuturkan, "Mereka sudah berpacaran sejak 1,5 tahun yang lalu dan belakangan pelaku merasa korban cuek. Biasanya kalau komunikasi pakai istilah 'sayang' sekarang tidak. Itu yang memicu pelaku marah," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.