Profil Ebrahim Raisi, Presiden Iran yang Tewas karena Kecelakaan Helikopter

AKURAT BANTEN - Diketahui Presiden Iran Ebrahim Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter pada Minggu (19/5/2024).
Hilangnya Presiden Ebrahim Raisi membuat semuanya membantu mengerahkan segala bantuan untuk mencari keberadaan jatuhnya helikopter sang Presiden.
Namun, pencarian helikopter dan para penumpangnya sendiri sempat terkendala karena cuaca buruk. Pada akhirnya ditemukanlah puing-puing pesawat dan Pemerintahan Iran mengumumkan secara resmi bahwa semua penumpang tewas dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Iran Akan Gelar Pilpres pada 28 Juni, Siapakah Sosok Pengganti Presiden Ebrahim Raisi?
Lantas, siapakah sosok Presiden Ebrahim Raisi sebenarnya?
Profil Ebrahim Raisi
Mengutip dari laman Al Jazeera, Selasa (21/5/2024) Ebrahim Raisi merupakan seorang pemimpin politik berusia 63 tahun yang telah lama dianggap sebagai penerus tahta tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi di Iran.
Raisi dikatakan sebagai seorang politisi garis keras dan konservatif secara agama. Diketahui ia pertama kali menyalonkan diri sebagai presiden di tahun 2017, namun gagal dan pada akhirnya ia terpilih menjadi presiden pada tahun 2021.
Diusianya ke-15 tahun, Raisi mulai belajar di seminar keagamaan Qom yang terkenal dan melanjutkan belajar di bawah bimbingan beberapa cendekiawan Muslim pada saat itu.
Baca Juga: Helikopter Presiden Iran Jatuh di Pegunungan, Berikut Kronologi dan Update Terbarunya
Di awal usia 20-an, ia diangkat menjadi jaksa di kota-kota berturut-turut hingga dirinya pergi ke ibu kota Teheran untuk bekerja sebagai wakil jaksa.
Ia menikah dengan Jamileh Alamolhoda pada tahun 1983. Jamileh merupakan seorang putri dari Imam Sholat Jumat Msyhad Ahmad Alamolhoda.
Kemudian pada tahun 1989, Raisi diangkat menjadi jaksa di Teheran setelah kematian Pemimpin tertinggi pertama Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Di bawah pengganti Khoimeini, Ayatollah Khamenei dan ketua Astan Quds Razavi karirnya pun terus menanjak dan pada 7 Maret 2016 dikukuhkan statusnya dalam pemerintahan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa









