MOBIL TUA Lolos Uji Emisi, Ternyata Seperti ini Caranya!

AKURAT BANTEN - Bagi mobil yang tidak bisa memenuhi ambang batas emisi ruang geraknya cenderung dibatasi. Tapi sebenarnya Anda tidak perlu khawatir karena mobil keluaran lama pun sebenarnya bisa lulus pengujian emisi, Karena pengujian standar emisi sebenarnya adalah tes kualitas pembakaran
"Sebenarnya ini (pengujian standar emisi) kan adalah hasil pembakaran yang diukur, (hasil) pembakaran bisa disebabkan oleh banyak sebab, dari mulai bahan bakar, sampai ke kualitas pembakaran." andreas menjelaskan
"Nah, kualitas pembakaran ini bisa disebabkan dari kompresi, kalau kompresinya enggak bagus, atau kerak di dalamnya sudah banyak itu akan mempengaruhi proses pembakaran," papar Andreas Benyamin Peter selaku Kepala Bengkel Astra Daihatsu Sunter kepada Cintamobil.com.
Baca Juga: Siapa Sangka Wanita Secantik ini Adalah Robot Al, Asli Buatan Jepang dilepas di tempat Umum
Dia memberikan tips kalau mau normal kembali perlu mengganti beberapa part, seperti ring seher dan lainnya.
"Nah mobil-mobil lama itu lebih cenderung outputnya (hasil pengujian emisi) jelek, kalau mau jadi normal kembali mesti ada beberapa part atau perbaikan yang dilakukan supaya kembali normal. Kalau misal dalam tanda kutip kompresinya turun, ya mau enggak mau dilakukan perbaikan, contoh kita lihat dulu diameternya (piston dan clearance) seperti apa, ring sehernya lemah atau enggak dan lain sebagainya," tambahnya.
Mobil-mobil lama produksi di bawah tahun 1990 ambil contoh seperti Daihatsu Zebra, Daihatsu Feroza, Daihatsu Charade sebenarnnya masih bisa lulus uji emisi,
"Tapi mungkin nanti effortnya akan jauh lebih susah dari mobil baru, Apalagi jika suplai BBMnya masih dari karburator, kan harus setting manual, artinya kalau kita setelnya enggak pas ya BBM bisa terlalu boros, suplai bbm terlalu rich (kaya) juga akan mempengaruhi hasil," papar Andreas sapaan akrab Andreas Benyamin Peter.
Baca Juga: Cacar Monyet Sudah Masuk Tangerang, Kenali Gejala dan Pencegahannya
Pemilik Aha Motor Hardi Wibowo mengatakan, lolos atau tidaknya suatu kendaraan terhadap uji emisi tergantung dari performa dan standar kelulusannya.
“Standar kelulusan uji emisi menjadi penentu, apakah mobil tua bisa lulus uji emisi atau tidak, karena mobil tua dan modern memiliki kemampuan yang tidak sama,” ucap Hardi kepada Kompas.com, belum lama ini.
Hardi mengatakan, berkat performa baik, pembakaran sempurna karena sistem yang memperhitungkan dengan matang sehingga emisi gas buang seharusnya semakin rendah, Hanya saja, ada perbedaan standar seharusnya untuk mobil dengan sistem karburasi dan injeksi karena keduanya memiliki kemampuan berbeda dalam menghasilkan kesempurnaan pembakaran.
“Maka dari itu, perlu dibedakan standar emisinya karena memang kemampuan tiap mesin akan berbeda-beda sesuai teknologi bawaan pabrik, belum lagi soal catalytic converter, dan fitur sejenisnya,” ucap Hardi.
Umumnya mobil yang sudah memiliki jam operasional panjang akan mengalami penurunan kemampuan.
“Misal terjadi ring piston mulai aus, seal-seal-nya mulai keras, maka mau tidak mau ada penurunan performa meski servis rutin dilakukan. Maka dari itu, perlu dilakukan peremajaan komponen mesin bila sudah ada gejalanya,” ucap Hardi.
Sedangkan hal paling mudah yang bisa dilakukan oleh pengguna agar mobil memiliki emisi ideal adalah melakukan servis secara berkala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa










