Riza Patria Soroti Koperasi Merah Putih 'Jangan Cuma Nyinyir Soal Dana Desa'

AKURAT BANTEN - Program Koperasi Merah Putih yang disebut akan menggunakan sebagian dana desa menuai polemik di tengah masyarakat.
Kebijakan tersebut memancing banyak kritik karena dianggap berpotensi mengurangi anggaran pembangunan dan kebutuhan warga desa.
Menanggapi kontroversi itu, politikus Gerindra Ahmad Riza Patria memberikan pembelaan terhadap langkah pemerintah.
Ia bahkan menyindir pihak-pihak yang dinilai terlalu cepat memberikan komentar negatif tanpa memahami tujuan program secara menyeluruh.
Baca Juga: SIG Gandeng Agrinas Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih di Berbagai Daerah
Menurut Riza, pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui sistem koperasi yang lebih modern dan produktif.
Ia menilai koperasi dapat menjadi wadah penting bagi masyarakat desa untuk mengembangkan usaha, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga secara jangka panjang.
Karena itu, Riza meminta masyarakat tidak langsung berprasangka buruk terhadap penggunaan sebagian dana desa untuk mendukung program tersebut.
Polemik sendiri muncul setelah beredar informasi bahwa sebagian alokasi dana desa akan diarahkan untuk membantu pembentukan dan pengembangan Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.
Baca Juga: ASN Tangsel Didorong Aktif Bergabung di 54 Koperasi Merah Putih
Kebijakan itu langsung memicu perdebatan.
Sebagian pihak menilai pengurangan dana desa bisa berdampak pada pembangunan infrastruktur dan program sosial yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat desa.
Namun pemerintah berpandangan berbeda.
Program koperasi dianggap dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di tingkat akar rumput apabila dikelola dengan baik dan profesional.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Warga Lewat Gerai Sembako
Riza Patria menegaskan penggunaan dana desa untuk koperasi bukanlah bentuk pemborosan, melainkan investasi ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia juga menilai terlalu banyak pihak yang hanya fokus mengkritik tanpa melihat potensi besar yang bisa dihasilkan dari penguatan koperasi di desa.
Menurutnya, pemerintah memiliki niat baik untuk menciptakan desa yang lebih mandiri secara ekonomi.
Karena itu, program Koperasi Merah Putih perlu diberikan kesempatan untuk berjalan terlebih dahulu sebelum dinilai gagal.
Selain itu, Riza mencontohkan banyak negara yang berhasil membangun ekonomi masyarakat melalui sistem koperasi yang kuat.
Ia optimistis konsep serupa juga bisa diterapkan di Indonesia apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Meski demikian, sejumlah pengamat tetap meminta pemerintah berhati-hati dalam pelaksanaannya.
Transparansi penggunaan anggaran dan pengawasan terhadap pengelolaan koperasi dinilai sangat penting agar program tidak menimbulkan persoalan baru di desa.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Kabupaten Buka Loker untuk Puluhan Tenaga Ahli, Bisa Jadi PNS?
Masyarakat juga berharap dana desa tetap diprioritaskan untuk kebutuhan mendasar seperti pembangunan fasilitas umum, bantuan sosial, dan pemberdayaan warga miskin.
Perdebatan mengenai Koperasi Merah Putih kini ramai berlangsung di media sosial.
Sebagian warga mendukung langkah pemerintah memperkuat ekonomi desa, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan kesiapan program tersebut.
Di tengah kritik yang terus bermunculan, Riza Patria tetap yakin program koperasi bisa menjadi solusi bagi penguatan ekonomi masyarakat desa di masa depan.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Blok M Jadi Solusi Belanja Murah Warga Ibu Kota
Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat sisi negatif kebijakan pemerintah, tetapi juga memahami tujuan besar yang ingin dicapai melalui pengembangan koperasi di seluruh Indonesia.
Menurutnya, jika dijalankan secara serius dan tepat sasaran, Koperasi Merah Putih dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dari desa.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!




