Perang Tiket Mudik Dimulai! KAI Siapkan 37 Ribu Kursi per Hari, Pemudik Diminta Gerak Cepat

AKURAT BANTEN - Aroma mudik Lebaran 2026 mulai terasa meski Ramadan belum tiba.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menggeber persiapan besar-besaran dengan menyediakan 37.000 tiket kereta api per hari untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang diprediksi membludak.
Langkah ini menandai dimulainya “perang tiket” tahunan yang selalu dinanti sekaligus dikhawatirkan masyarakat.
Penyediaan puluhan ribu kursi per hari dilakukan untuk melayani perjalanan kereta api jarak jauh dari wilayah Jakarta dan sekitarnya menuju berbagai kota di Pulau Jawa.
KAI menilai kereta api masih menjadi moda transportasi favorit saat mudik karena dinilai aman, nyaman, dan relatif bebas dari kemacetan panjang.
Sejak penjualan tiket mudik dibuka pada akhir Januari 2026, antusiasme masyarakat langsung melonjak.
Puluhan ribu tiket dilaporkan telah terjual hanya dalam hitungan hari.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya merencanakan perjalanan mudik lebih awal, terlebih kuota tiket pada tanggal favorit selalu menjadi rebutan.
Baca Juga: Banjir Lumpuhkan Jalur Pekalongan, KAI Batalkan 11 Kereta dari Pasar Senen dan Gambir Hari Ini
Bagi warga Banten, kabar ini menjadi sinyal penting untuk tidak menunda pembelian tiket.
Banyak pemudik dari Banten memanfaatkan Stasiun Gambir dan Pasar Senen sebagai titik keberangkatan utama menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan daerah lain.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa tiket pada H-3 hingga H-1 Lebaran bisa ludes dalam waktu singkat.
KAI sendiri menerapkan sistem penjualan bertahap dengan skema H-45 sebelum keberangkatan.
Baca Juga: KAI Bongkar Rahasia: Mengapa Tambah Kereta Saja Tak Cukup untuk Atasi Macet?
Strategi ini diharapkan dapat mengurai lonjakan permintaan dan memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat dalam menentukan jadwal perjalanan.
Namun, KAI mengingatkan bahwa skema tersebut tidak menjamin ketersediaan tiket di tanggal favorit jika pemesanan dilakukan terlalu mepet.
Selain kesiapan tiket, KAI juga mempersiapkan aspek layanan dan operasional.
Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan jadwal perjalanan, hingga peningkatan pelayanan di stasiun.
Baca Juga: Puluhan Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta, KAI Catat Lonjakan Arus Libur Akhir Tahun
Semua dilakukan demi memastikan perjalanan mudik berlangsung lancar dan minim gangguan.
Lonjakan minat mudik menggunakan kereta api juga mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat.
Di tengah mahalnya biaya transportasi lain dan risiko kemacetan jalur darat, kereta api dianggap sebagai solusi efisien dan terjangkau.
Tak heran jika setiap tahun tiket KA selalu menjadi incaran utama.
Baca Juga: Tiket Kereta Super Murah di KAI Expo 2025, Warga Antusias Serbu Loket Promo
Namun, tingginya permintaan juga membuka celah bagi praktik tidak bertanggung jawab, seperti calo tiket.
KAI kembali mengingatkan masyarakat agar hanya membeli tiket melalui kanal resmi, baik aplikasi, situs web, maupun mitra penjualan yang telah ditunjuk.
Puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret.
Dengan waktu yang semakin dekat, masyarakat diimbau tidak menunda rencana perjalanan.
Baca Juga: Libur Sekolah dan Idul Adha 2025 KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 9 KA Tambahan, Ini Jadwal dan Rutenya!
Kesiapan KAI dengan 37 ribu tiket per hari memang menjadi angin segar, tetapi persaingan mendapatkan kursi tetap tak terhindarkan.
Mudik bukan sekadar perjalanan, melainkan tradisi pulang kampung yang sarat makna.
Agar momen itu tetap nyaman dan bebas stres, satu kunci utamanya adalah bergerak cepat sebelum tiket benar-benar habis.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









