Banjir Lumpuhkan Jalur Pekalongan, KAI Batalkan 11 Kereta dari Pasar Senen dan Gambir Hari Ini

Akurat Banten - PT Kereta Api Indonesia Persero Daerah Operasi 1 Jakarta mengambil langkah tegas dengan membatalkan 11 perjalanan kereta api dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir pada Senin ini sebagai dampak lanjutan banjir yang sempat merendam jalur rel di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Meski lintasan kereta di Pekalongan kini telah kembali bisa dilewati, kondisi pascabanjir dinilai masih memengaruhi stabilitas operasional perjalanan kereta dari dan menuju wilayah Daop 1 Jakarta.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan diambil demi mencegah risiko keterlambatan yang lebih besar apabila perjalanan tetap dipaksakan berjalan.
“KAI melakukan pembatalan sejumlah perjananan kereta api guna menghidari potensi keterlambatan yang lebih besar apabila perjalanan tetap dijalankan,” ujar Franoto.
Dari Stasiun Pasar Senen, satu rangkaian yang dibatalkan adalah KA 178 Tawang Jaya Premium dengan relasi Pasar Senen–Tegal–Pekalongan–Semarang Tawang yang semula dijadwalkan berangkat pukul 06.45 WIB.
Selain itu, KA 204 Tegal Bahari rute Pasar Senen–Cirebon–Tegal yang memiliki jadwal keberangkatan pukul 10.40 WIB juga tidak diberangkatkan.
Baca Juga: Duka dari Malang hingga Bali: Mantan Kapten Perseden Denpasar dan Legenda Arema Tutup Usia
Sementara itu, dari Stasiun Gambir, daftar pembatalan mencakup KA 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang yang sedianya berangkat pukul 00.10 WIB.
Kemudian, KA 26 Argo Merbabu tujuan Gambir–Semarang Tawang dengan jadwal 06.00 WIB turut dibatalkan demi menjaga ketepatan dan keamanan perjalanan.
Pembatalan berikutnya menimpa KA 130B Papandayan relasi Gambir–Bandung–Garut yang seharusnya melaju pada pukul 06.35 WIB.
KAI juga menghentikan sementara perjalanan KA 50F Purwojaya dengan rute Gambir–Cirebon–Purwokerto–Cilacap yang dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WIB.
Tidak hanya itu, KA 20 Argo Muria rute Gambir–Semarang Tawang yang memiliki jadwal 07.15 WIB ikut masuk daftar perjalanan yang dibatalkan.
Kereta unggulan KA 2 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Semarang–Surabaya yang biasanya berangkat pukul 08.20 WIB juga tidak dioperasikan pada hari ini.
Selanjutnya, KA 138B Parahyangan rute Gambir–Bandung yang dijadwalkan meluncur pukul 09.15 WIB dibatalkan demi menghindari gangguan perjalanan lanjutan.
KA 58F Purwojaya relasi Gambir–Cilacap dengan jadwal keberangkatan pukul 13.25 WIB pun mengalami nasib serupa.
Daftar terakhir adalah KA 7004 Sembrani Tambahan relasi Gambir–Semarang–Surabaya yang seharusnya berangkat dari Gambir pukul 14.45 WIB.
Franoto memastikan bahwa seluruh informasi pembatalan telah disampaikan kepada calon penumpang melalui SMS blast, aplikasi resmi, serta kanal komunikasi KAI lainnya.
Bagi penumpang yang terdampak, KAI memberikan pengembalian dana tiket sebesar 100 persen tanpa potongan.
Proses refund dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah tanggal keberangkatan melalui loket stasiun, aplikasi resmi penjualan tiket, maupun Contact Center KAI 121.
Baca Juga: KPK Pastikan Meikarta Aman untuk Rusun Subsidi Pemerintah dan Soroti Riwayat Kasus Lama
“Seluruh keputusan operasional kami ambil semata-mata untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api,” tegas Franoto.
Ia menambahkan bahwa evaluasi dan pemantauan kondisi lintasan terus dilakukan hingga seluruh perjalanan kembali berjalan normal.
Menurut Franoto, gangguan operasional masih berpotensi terjadi hingga Senin 19 Januari karena genangan air di sejumlah titik jalur rel wilayah Pekalongan belum sepenuhnya surut.
Situasi tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran perjalanan kereta api dari dan menuju area Daop 1 Jakarta.
Kondisi lintasan yang belum sepenuhnya stabil membuat KAI kembali harus menerapkan langkah operasional luar biasa dengan mengutamakan standar keselamatan sarana dan prasarana.
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama kami,” ujar Franoto.
Untuk itu, KAI memilih membatalkan sejumlah perjalanan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keamanan penumpang dan perjalanan kereta api secara keseluruhan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 4Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 5Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 6Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 7Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 8Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 9Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!








