Viral Siswi LCC 4 Pilar MPR Diduga Diintimidasi Usai Unggah Video, Publik Langsung Bereaksi

AKURAT BANTEN - Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat kembali menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan intimidasi terhadap seorang siswi peserta lomba.
Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial usai unggahan tangkapan layar percakapan WhatsApp viral di Instagram.
Dalam unggahan yang beredar, seorang pengguna media sosial menceritakan bahwa adiknya yang menjadi peserta lomba mendapat pesan dari nomor tidak dikenal setelah video terkait kontroversi lomba viral di internet.
Isi pesan tersebut meminta agar video yang diunggah segera dihapus dan menyebut kemungkinan adanya somasi.
Baca Juga: LCC Empat Pilar Kalbar Ricuh, Jawaban Peserta Dianggap Salah Anggota MPR Desak Lomba Diulang
“Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi,” demikian bunyi pesan yang terlihat dalam tangkapan layar yang beredar luas di media sosial.
Unggahan tersebut langsung memicu reaksi publik.
Banyak warganet memberikan dukungan kepada siswi yang disebut menjadi korban intimidasi setelah berani mengunggah video terkait polemik penilaian dalam LCC 4 Pilar MPR RI 2026.
Dalam narasi unggahan itu disebutkan bahwa video yang sebelumnya viral telah ditonton ribuan orang dan banyak pihak menilai jawaban peserta sebenarnya benar.
Baca Juga: Polemik LCC 4 Pilar MPR Kalbar Memanas, 5 Juri dan MC Langsung Dinonaktifkan
Namun, menurut unggahan tersebut, peserta justru dianggap bersalah dalam perlombaan.
Pemilik akun juga mengaku kecewa karena adiknya disebut tidak mendapat pembelaan dari penyelenggara setelah video ramai diperbincangkan.
Sebaliknya, mereka justru menerima pesan yang dianggap sebagai bentuk tekanan agar video dihapus dari media sosial.
Kasus ini semakin memperpanjang polemik pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang sebelumnya sudah ramai menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Alih Fungsi Kali Ciputat Disorot, Pemprov Banten: Tidak Boleh Dibiarkan!
Kontroversi bermula dari dugaan kesalahan penilaian juri dalam babak final lomba.
Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan adanya perdebatan terkait jawaban peserta yang dinilai benar oleh sebagian masyarakat, tetapi dianggap salah oleh dewan juri.
Situasi tersebut kemudian memicu kritik luas terhadap proses penilaian dalam kompetisi tersebut.
LCC 4 Pilar MPR sendiri merupakan kegiatan edukasi kebangsaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Baca Juga: Ogah Bantu Serang Iran, Trump Semprot China: Kalian Mau Minyaknya, Tapi AS yang Perang!
Ajang ini selama ini dikenal sebagai salah satu program pendidikan karakter bagi generasi muda.
Namun polemik yang terjadi tahun ini justru memunculkan perdebatan panjang di ruang publik.
Banyak pihak menilai kegiatan bertema kebangsaan seharusnya menjunjung tinggi nilai keadilan, keterbukaan, dan sportivitas.
Pengamat pendidikan menilai dugaan intimidasi terhadap peserta atau pihak yang menyuarakan pendapat di media sosial perlu menjadi perhatian serius.
Baca Juga: Strategi Baru Pemprov DKI Tekan Sampah Jakarta, Beban TPST Bantargebang Ditarget Berkurang Drastis
Menurut mereka, kritik dan aspirasi peserta seharusnya direspons secara terbuka tanpa tekanan.
Selain itu, media sosial kini menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan terhadap berbagai persoalan publik, termasuk dunia pendidikan dan kompetisi pelajar.
Di sisi lain, sejumlah warganet meminta agar pihak penyelenggara memberikan klarifikasi resmi terkait pesan WhatsApp yang beredar.
Mereka berharap polemik ini dapat diselesaikan secara transparan agar tidak merusak tujuan utama kegiatan pendidikan kebangsaan.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai siapa pengirim pesan tersebut maupun kaitannya dengan panitia penyelenggara lomba.
Meski begitu, isu dugaan intimidasi terhadap siswi peserta LCC 4 Pilar MPR RI terus menjadi perhatian publik di media sosial.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga ruang aman bagi pelajar untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka tanpa rasa takut, terutama dalam kegiatan pendidikan yang mengedepankan nilai demokrasi dan kebangsaan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










