Tragedi di Labuan Bajo: Pelatih Valencia B dan 3 Anaknya Hilang Saat Kapal Tenggelam di Pulau Padar, Ini Daftarnya

AKURAT BANTEN– Semangat pantang menyerah menyelimuti perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, saat Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian intensif terhadap empat warga negara asing (WNA) asal Spanyol.
Keempat korban tersebut dinyatakan hilang setelah Kapal Motor (KM) Putri Sakinah tenggelam di tengah ganasnya perairan Labuan Bajo.
Baca Juga: UPDATE! Sarinah Tetap Kokoh! Intip Kondisi Terkini Pasca Insiden Kebakaran Kecil di Ikon Jakarta
Satu Keluarga, Satu Harapan
Tragedi ini menjadi perhatian publik karena keempat korban merupakan satu keluarga yang sedang menikmati keindahan alam Indonesia. Mereka adalah:
- Martin Carreras Fernando, seorang ayah yang diketahui berprofesi sebagai pelatih sepak bola di klub bergengsi Valencia B.
- Martin Garcia Mateo (Anak)
- Martines Ortuno Maria Lia (Anak)
- Martinez Ortuno Enriquejavier (Anak)
Kehilangan sosok pelatih dari klub ternama Spanyol ini memicu gelombang simpati dan doa dari berbagai penjuru, menambah urgensi dari setiap detik operasi pencarian yang dilakukan.
Baca Juga: Tragis! Gara-gara Game Online, Suami di Depok Tega Aniaya Istri Hingga Mata Kirinya Harus Dioperasi
Pencarian Memasuki Hari Ketiga: Titik Terang Mulai Muncul?
Memasuki hari ketiga pencarian pada Minggu sore (28/12/2025), Tim SAR Gabungan yang dikoordinasikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere terus memperluas area penyisiran.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menegaskan bahwa timnya telah bergerak sejak pagi buta.
"Tim SAR Gabungan memulai penyisiran sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur dan peralatan medis serta evakuasi," ujar Fathur Rahman.
Harapan baru muncul ketika tim menemukan sebuah pelampung (life jacket) yang diduga kuat milik KM Putri Sakinah.
Penemuan ini menjadi petunjuk penting bagi tim untuk mengerucutkan area pencarian dan memprediksi arah arus air laut saat kejadian.
Dukungan Armada dan Personel Ahli
Dalam operasi kali ini, KN SAR Puntadewa dikerahkan sebagai kapal utama untuk memantau pergerakan tim di lapangan. Selain penyisiran di permukaan air menggunakan rubber boat, tim penyelam juga diterjunkan untuk memeriksa titik-titik yang dicurigai di bawah permukaan laut.
Kondisi cuaca dan arus laut di sekitar Pulau Padar yang dikenal ekstrem menjadi tantangan utama. Namun, dedikasi tim yang terdiri dari BASARNAS, TNI AL, Polri, dan relawan lokal tetap teguh demi membawa pulang para korban.
Baca Juga: TRAGEDI NYATA! Istri Menangis Histeris di Depan Jenazah, Padahal Suaminya Masih Hidup di Sawah!
Dukungan Publik dan Hotline Darurat
Pemerintah mengimbau masyarakat di sekitar pesisir untuk segera melaporkan jika menemukan benda-benda mencurigakan di laut.
Bagi keluarga atau pihak terkait yang membutuhkan informasi lebih lanjut, BASARNAS menyediakan layanan Emergency Call di nomor 115 (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 3Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 6Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 7Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 8Gibran Digugat ke MK, Palti Hutabarat Tantang Wapres Buka Suara, 'Kini Waktunya Hadapi Semua Tuduhan'
- 9Sengketa Ijazah Gibran di MK Makin Panas, Denny Ungkap 6 Kasus Diskualifikasi dari Negara Lain
- 10Said Didu Peringatkan Prabowo soal Istana, 'Menteri Tak Sejalan Oligarki Bisa Tersandung?'




