Prabowo 'Tabuh Genderang Perang' Lawan Mafia Hutan: Tak Gentar Hadapi Preman dan Hasutan!

AKURAT BANTEN – Suasana di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Rabu (24/12/2025), mendadak tegang namun penuh optimisme.
Presiden RI Prabowo Subianto hadir bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk memberikan peringatan keras kepada para "raksasa" yang mencoba mengangkangi hukum di tanah air.
Presiden Prabowo secara terang-terangan mengungkap adanya perlawanan masif terhadap Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Bukan hanya soal administrasi, perlawanan ini melibatkan taktik kotor: mulai dari membayar preman hingga menghasut rakyat di pelosok negeri.
Taktik "Bawah Tanah" Korporasi Nakal
Dalam pidatonya yang tajam, Prabowo menyebut bahwa banyak korporasi sawit dan tambang yang mencoba menghalangi verifikasi lapangan.
Mereka memanfaatkan lokasi yang jauh dari jangkauan kamera media dan influencer untuk melakukan intimidasi.
"Rakyat dihasut, preman dibayar untuk melawan petugas di tempat yang jauh, yang tidak tersorot vlogger atau media. Kami mengerti dan kami paham taktik mereka," tegas Prabowo dengan nada bicara yang mantap.
Namun, bagi Prabowo, intimidasi tersebut bukanlah lampu merah untuk berhenti.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur selangkah pun demi menegakkan kedaulatan hutan Indonesia.
Baca Juga: Menanti Ketok Palu UMP Jakarta 2026: Pramono Anung Umumkan Sore Ini, Akankah Tembus Angka Fantastis?
Hasil Nyata: Rp6,6 Triliun "Uang Rakyat" Kembali ke Pangkuan
Keberanian pemerintah bukan tanpa hasil. Dalam acara tersebut, Prabowo mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung yang berhasil mengamankan total Rp6,6 triliun. Angka fantastis ini terdiri dari:
- Rp2,3 Triliun: Denda administratif dari 20 perusahaan sawit dan satu perusahaan nikel yang terbukti menyerobot kawasan hutan.
- Rp4,2 Triliun: Penyelamatan keuangan negara dari kasus korupsi fasilitas ekspor CPO dan impor gula.
Tumpukan uang Rp100.000 hasil denda tersebut diperlihatkan langsung sebagai bukti nyata bahwa negara tidak bisa lagi "diakali" oleh kepentingan korporasi yang ingkar kewajiban.
Baca Juga: Misteri Aliran Dana Rp20 M: Mengapa Nama Gus Yazid Muncul di Kasus Penjualan Tanah Negara Cilacap?
Simulasi Kesejahteraan: 6.000 Sekolah atau 100.000 Rumah
Presiden memberikan analogi yang menyentuh sisi kemanusiaan untuk menggambarkan betapa besarnya kerugian negara akibat ulah para mafia ini.
Uang Rp6 triliun yang berhasil diselamatkan itu, menurut Prabowo, setara dengan:
Renovasi 6.000 sekolah yang rusak di seluruh Indonesia.
Pembangunan 100.000 hunian tetap bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
"Ini baru permulaan, baru ujungnya saja," imbuh Prabowo.
Ia menekankan bahwa jika penegakan hukum dilakukan secara masif dan konsisten, fasilitas publik yang bisa dibangun untuk rakyat akan jauh lebih banyak lagi.
Baca Juga: Siap-Siap! Polisi Akan Razia Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026, Ini Alasannya
Pesan Untuk Penegak Hukum: "Bekerja Tanpa Ragu"
Menutup arahannya, Presiden memberikan suntikan semangat kepada para petugas di lapangan dan aparat penegak hukum.
Ia menyadari risiko besar yang mereka hadapi di tengah hutan yang jauh dari keramaian.
"Saudara bekerja terus tanpa ragu-ragu. Karena kesetiaan saudara kepada NKRI, karena cinta saudara kepada bangsa dan rakyat Indonesia," pungkasnya.
Langkah tegas Prabowo ini mengirimkan pesan jelas ke seluruh penjuru negeri: Era "main mata" dengan hutan lindung telah berakhir.
Kini, hukum berdiri tegak, meski harus berhadapan dengan tembok premanisme dan kekuatan modal besar (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 4CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 5Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC




