Viral, Ajakan Pandawara Group Beli Hutan Untuk Reboisasi, Denny Caknan: Saya Rp1 Miliar

AKURAT BANTEN - Bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Aceh, dan Sumatera, turut di soroti oleh beberapa aktifis lingkungan di Indonesia.
Baru-baru ini, pegiat lingkungan Pandawara Group mencuri perhatian atas ajakannya kepada masyarajat Indonesia untuk membeli hutan.
Hal ini dilakukan dengan tujuan agar hutan-hutan di Indonesia tidak dialih fungsikan.
Usulan itu muncul melalui ungahan akun Pandawara Group, yang diunggah pada 5 Desember 2025.
Baca Juga: Lakukan 10 Trik Ini Agar Baterai HP Bisa Hemat dan Tahan Seharian
"Lagi Ngelamun, tiba-tiba aja kepikiran gimana kalo masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan." tulisnya, dilansir pada Senin 8 Desember 2025.
Wacana dari Pandawara ini muncul sebagai respon keprihatinan atas bencana yang terus terjadi, yang diduga akibat alih fungsi dan kerusakan hutan di Indonesia.
Ajakan ini kemudian viral di sosial media, dan ternyata mendapatkan dukungan dari masyarakat luas.
Bahkan publik figur seperti musisi Denny Caknan dan King Abdi secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk berdonasi.
Baca Juga: Tidak Bisa Berkutik, Owner WO Ayu Puspita Akhirnya Ditangkap Polisi, Korban Rugi Miliaran
Tidak tanggung-tanggung, angka yang ia siapkan untuk berdonasi ini mencapi miiaran rupiah.
Tanpa ragu, ia menyumbang dana fantastis sebesar Rp1 miliar dari kantong pribadinya.
"Saya Rp1 miliar. Denny Caknan," tulisnya dalam unggahan pada 7 Desember 2025.
Tidak hanya itu, Dennny Sumargo juga turut siap untuk berkontribusi dalam wacana ini.
"1 milliar pertama gw!" ujar Denny Sumargo berkomentar di postingan tersebut.
Pndawara juga menjelaskan persoalan alih fungsi hutan ini dengan mengutip aturan terkait skala perkebunan sawit di Indonesia.
Baca Juga: Rob Rendam 6 Desa Pesisir Tangerang, Ketinggian Air Capai 50 Sentimeter
Ia menjelaskan bahwa regulasi menetapkan batas maksimal kepemilikan lahan, yakni 100.000 hektar untuk satu perusahaan di tingkat nasional dan 20.000 hektar per provinsi.
Di sisi lain, pemerintah juga mensyaratkan batas minimum 6.000 hektar bagi perusahaan yang ingin mengelola komoditas sawit.
Untuk usaha perkebunan dengan luas di atas 25 hektar, izin resmi wajib dimiliki.
Pengguna tersebut mempertanyakan apakah praktik alih fungsi hutan yang terjadi saat ini masih sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 5Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 6MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 7Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?




