Pantaskah ID Wartawan CNN Diana Valencia Dicabut? Padahal Cuma Tanya Masalah MBG yang Ini Pada Prabowo Sang Presiden

AKURAT BANTEN - Kisah pencabutan kartu pers milik wartawan Diana Valencia Gunawan dari CNN Indonesia bukan muncul begitu saja.
Sebelumnya, Diana mengajukan pertanyaan kepada Presiden Prabowo Subianto soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) program pemerintah yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurut laporan media, ia bertanya secara langsung mengenai efektivitas pelaksanaan MBG, kendala distribusi, dan dampak bagi penerima manfaat.
Pertanyaan ini dianggap tegas namun relevan dalam konteks pengawasan publik.
Baca Juga: Ribuan Penerima MBG Jadi Korban Keracunan, Zulhas Tutup Dapur Bermasalah
Namun, tak lama setelah pertanyaan tersebut disampaikan, pihak Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Istana mencabut kartu identitas pers (ID pers liputan Istana) milik Diana.
Tindakan ini memicu reaksi keras dari kalangan jurnalis nasional dan organisasi pers, yang menilai pencabutan tanpa penjelasan jelas sebagai tindakan inkonsisten terhadap prinsip kebebasan pers.
Banyak yang menduga bahwa pertanyaan terkait MBG menjadi pemicu langsung keputusan tersebut.
Bagi wilayah Banten dan wartawan lokalnya, insiden ini membawa beberapa implikasi penting.
Baca Juga: Kemenkes Ikut Awasi MBG, Akan Libatkan Puskesmas Hingga Verifikasi Dapur SPPG Diperketat
Pertama, preseden seperti ini berpotensi menciptakan tekanan psikologis terhadap jurnalis daerah ketika mereka meliput kebijakan pemerintah pusat maupun pejabat tinggi.
Kedua, akses liputan terhadap peristiwa nasional bisa menjadi terbatas jika pejabat atau lembaga resmi merasa “terancam” oleh pertanyaan kritis.
Akibatnya, kontrol sosial dan fungsi jurnalisme sebagai pengawas publik bisa terganggu.
Di sisi lain, langkah pemerintah yang kemudian mengembalikan kembali ID tersebut dan menyatakan bahwa pencabutan tidak akan terulang lagi menandakan bahwa pengaruh tekanan publik dan solidaritas pers masih berdaya.
Baca Juga: Siswa Waswas Konsumsi MBG, SPPG Perketat Pengawasan di Dapur
Namun demikian, pemulihan kepercayaan membutuhkan lebih dari sekadar janji; diperlukan kebijakan tertulis yang menjamin transparansi dalam pemberian maupun pencabutan hak liputan.
Pada akhirnya, kejadian ini adalah pengingat bahwa tugas wartawan bukan hanya mengabarkan kabar baik, melainkan juga bertanya, mengkritik, dan meminta akuntabilitas.
Dan ketika hak untuk bertanya dipersempit, maka ruang demokrasi media pun ikut menyusut.
Bagi masyarakat Banten, kabar ini penting sebagai sinyal bahwa perjuangan kebebasan pers bukan urusan Jakarta saja, tetapi juga relevan bagi media daerah di seluruh Nusantara.
Baca Juga: Ada Kasus Keracunan MBG di Tangerang? Hati-hati Berkaca dari MBG Bermasalah di Kota Besar Lainnya
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!


