Misi Kemanusiaan di Gaza: TNI Siapkan Pasukan Perdamaian Berpengalaman, Tunggu Komando Presiden!

AKURAT BANTEN– Pemerintah Indonesia melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) semakin serius mematangkan rencana pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah konflik Gaza.
Langkah strategis ini merupakan bentuk komitmen nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus merespons situasi kemanusiaan yang semakin mendesak di Palestina.
Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandio Budi Revita, menegaskan bahwa TNI telah siap secara teknis dan pengalaman.
Namun, keputusan final mengenai jumlah personel dan waktu keberangkatan kini berada di tangan Presiden.
Menunggu Keputusan Akhir Februari
Meski persiapan terus berjalan, kepastian jumlah pasukan masih menunggu hasil perundingan krusial yang dijadwalkan pada akhir Februari 2026.
"TNI masih menunggu keputusan akhir dari Presiden," ujar Jenderal Tandio dalam keterangannya.
Hal ini menunjukkan bahwa pengiriman pasukan tersebut merupakan langkah diplomasi tingkat tinggi yang harus diputuskan secara hati-hati oleh kepala negara.
Baca Juga: Jangan Sampai Kehabisan! Mudik Gratis BUMN 2026 Dibuka Hari Ini: Cek Link dan Syarat Terbaru di Sini
Prioritas Tenaga Medis dan Konstruksi
Informasi dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, memberikan gambaran lebih detail mengenai skala operasi ini.
Diperkirakan sebanyak 5.000 hingga 8.000 personel akan dikerahkan.
Fokus utama pengiriman kali ini adalah bantuan kemanusiaan dan rehabilitasi, dengan memprioritaskan:
- Korps Kesehatan: Untuk memberikan bantuan medis darurat bagi warga Gaza.
- Korps Zeni: Untuk membantu pembangunan kembali infrastruktur yang hancur akibat konflik.
Baca Juga: Menkes 'Sentil' 1.800 Orang Kaya Penikmat BPJS Gratis: Masa Bayar Rp42 Ribu Saja Tidak Bisa?
Berbekal Pengalaman Internasional
Indonesia tidak mengirimkan pasukan sembarangan.
Jenderal Tandio menekankan bahwa personel yang dipilih adalah mereka yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam misi perdamaian PBB, khususnya di bawah bendera UNIFIL.
"Kita sudah punya pengalaman, ada UNIFIL yang pernah ke sana. Inilah nanti yang akan kita rekrut, jadi bukan satuan yang belum pernah tugas di sana," jelasnya.
Sejak tahun 2008, TNI secara konsisten telah mengirimkan pasukan ke wilayah konflik Timur Tengah seperti Lebanon.
Pengalaman lapangan ini dianggap sangat penting karena para prajurit sudah memahami:
Medan Tugas: Pengetahuan mendalam tentang kondisi geografis dan situasi di wilayah konflik.
Komunikasi Sosial: Kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat lokal di daerah konflik.
Pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza bukan sekadar bantuan militer, melainkan simbol solidaritas kemanusiaan.
Dengan mengirimkan tenaga ahli di bidang kesehatan dan infrastruktur, Indonesia berupaya memulihkan kehidupan warga sipil yang terdampak perang.
Dunia kini menanti keputusan akhir dari Jakarta di penghujung Februari nanti. Akankah ini menjadi misi kemanusiaan terbesar Indonesia di dekade ini? (**).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






