Indonesia Berduka, 57 Petugas Pemilu Meninggal Dan 8.381 Orang dirawat

AKURAT BANTEN - Data kematian petugas pemilu 2024 berdasarkan laporan terakhir yang diterima Kemenkes di Jakarta pada Sabtu, 17 Februari 2024, sejumlah 57 orang.
Adapun petugas tersebut meliputi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), perlindungan masyarakat, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
Adapun rinciannya terdiri dari:
• 29 anggota KPPS
• 10 anggota linmas
• 9 saksi
• 6 petugas
• 2 panitia pemungutan suara
• 1 anggota Bawaslu.
Berdasarkan sebab kematian:
• 13 orang Penyakit jantung
• 8 orang Kecelakaan
• 5 orang Gangguan pernapasan akut (ARDS)
• 5 orang Hipertensi
• 4 orang Serebrovaskular
• 2 orang Kegagalan multiorgan
• 2 orang Syok septik
• 1 orang masing-masing Sesak napas, asma, dan diabetes melitus
"Penyebab kematian 15 orang lagi masih dikonfirmasi."
- Baca Juga: Pemilu Curang! Aksi Blokade Jalan Lintas Sumatera, Massa Tidak Puas Jawaban Bawaslu Terkait Perhitungan Suara Didua Desa
- Baca Juga: Fenomena Komeng, 1 Juta Pemilih Mengagetkan Semua Pihak, Pakar Body Language: Komeng Segaja Pasang Fotonya
- Baca Juga: Caleg NasDem Lapor Bawaslu Lebak, KPPS Sindanglaya Sobang Bantah Ada Intimidasi Pada Pihaknya
Angka kematian tertinggi ditemukan di Jawa Barat (13), Jawa Timur (12), Jawa Tengah (11), dan DKI Jakarta (6).
Adapun di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, masing-masing ada dua petugas meninggal.
Sementara di Riau, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, masing-masing ada petugas meninggal.
Pasien dirawat terbanyak, 8.381 orang seperti:
• 4.281 orang Anggota KPPS
• 1.040 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS)
• 1.034 orang Petugas sebanyak
• 707 orang Saksi sebanyak
• 694 orang Anggota linmas
• 381 orang Anggota Bawaslu sebanyak
• 244 orang orang Panitia Pemilihan Kecamatan
Pasie berdasar usia:
• Umur 17-20 tahun 531 orang
• Umur 21-30 tahun 2.424
• Umur 31-40 tahun 1.967 orang
• Umur 41-50 tahun 2.049 orang
• Umur 51-60 tahun 1.161 orang
• Umur 60 tahun ke atas 249 orang.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pada Kamis (15/2) sekitar 15 persen dari petugas KPPS berusia di atas 55 tahun.
"Masih ada sekitar 15 persen petugas yang berusia lebih dari 55 tahun dikarenakan memang terbatasnya yang berkenan menjadi petugas. Selain itu, masih ada yang memiliki penyakit komorbiditas, tetapi tidak terkontrol," kata Nadia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 2Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 3Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 4Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 5Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 6Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 7Reaksi Kylian Mbappe dan Lamine Yamal Saat Harry Kane Menang Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
- 8Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 9Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 10Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Artikel di Situs Resmi Sempat Picu Dugaan Kebocoran Hasil









