Banten

Ucapan Arya Wedakarna Melukai Perasaan Umat Islam Dan Mengganggu Harmonisasi Umat Beragama

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 2 Januari 2024, 07:31 WIB
Ucapan Arya Wedakarna Melukai Perasaan Umat Islam Dan Mengganggu Harmonisasi Umat Beragama

AKURAT BANTEN - Kejadian ini berawal dari ucapan bernada rasis di Instagram pribadi @aryawedakarna yang merupakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau Senator asal Bali.

Atas ucapannya tersebut mengundang banyak komentar karena dia sepertinya tidak sadar kalau Indonesia ini memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia.

Sehingga dalam ucapannya sangat menyakiti hati Umat Islam, Arya Wedakarna, dinilai bisa mengganggu harmonisasi umat beragama disaat kondisi masyarakat Bali yang sangat harmonis.

Pernyataan rasis
Adapun pernyataan Arya Wedakarna yang menyinggung soal penutup kepala dan middle east (Timur Tengah). Dalam video yang beredar luas di media sosial tersebut, Arya sedang memberikan arahan di Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta pengelola bandara.

Arya mengaku dirinya ingin agar pegawai asli Bali ditempatkan di meja depan melayani wisatawan, bukan malah pegawai yang memakai hijab.

"Saya nggak mau yang front line, front line itu, saya mau yang gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan terbuka. Jangan kasih yang penutup, penutup gak jelas, this is not Middle East. Enak aja Bali, pakai bunga kek, pakai apa kek," kata Arya dalam video yang tengah viral di media sosial.

Sementara itu, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Arya menjelaskan duduk perkara dari peristiwa yang menjadi viral tersebut. Menurut dia, saat masa reses ia bertemu dengan stakeholder Bandara I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali.

"AWK (Arya) kecam oknum staf Bea Cukai Airport yang diduga melecehkan warga Bali dan tidak ramah, ketus, jutek saat tiba di airport dari luar negeri," demikian keterangan dari Instagram @aryawedakarna.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.