Apa Djoko Susanto 9 Naga? Ini Fakta Mencengangkan Soal Bisnis Pemilik Nama Cina Kwok Kwie Fo

AKURAT BANTEN - Djoko Susanto (lahir Kwok Kwie Fo pada 9 Februari 1950), adalah pengusaha miliarder asal Jakarta dan pendiri jaringan minimarket Alfamart.
Menurut Forbes, kekayaannya mencapai sekitar US$3,3 miliar (per Juni 2025).
Baca Juga: Inflasi Naik, Pengusaha Panik? Ini Strategi Menghadapinya ala Ekonom Top!
Melalui penjaringan jutaan pelanggan harian dan ekspansi masif, ia menjadi salah satu taipan ritel terbesar di Asia Tenggara.
Djoko juga dikenal sebagai salah satu dari itu “9 Naga”, julukan bagi segelintir konglomerat paling berpengaruh di Indonesia.
Kelompok ini mencakup nama-nama besar seperti Prajogo Pangestu, Franky Widjaja, Aguan, Garibaldi “Boy” Thohir, dan lainnya.
Mereka sempat terlihat bersama di acara HUT RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), menandakan koneksi kuat di jajaran penguasa ekonomi nasional.
Daftar Bisnis Kelas Kakap Djoko Susanto
1. Alfamart & Alfa Express / Alfa Midi / Lawson
Sebagai inti kekayaannya, Djoko mengembangkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang mengelola ribuan minimarket seperti Alfamart, serta gerai Alfa Express, Alfa Midi, dan Lawson.
Hingga 2022, jaringan ini mencapai lebih dari 16.400 toko di Asia (termasuk Filipina).
Baca Juga: Kisah Pilu Pengusaha di Tangerang Selatan, Premanisme Tagih Setoran DemiKeamanan Rp.3 juta per Bulan
2. Ekspansi ke Luar Negeri
Di luar Indonesia, Alfamart telah membuka lebih dari 1.200 toko di Filipina, termasuk akuisisi Lawson di Jepang, menandai ekspansi internasional signifikan.
3. Fintech & Layanan Keuangan Syariah
Alfamart Group turut ambil peran dalam layanan keuangan syariah, seperti melalui kepemilikan saham di Bank Aladin Syariah senilai US$30 juta pada 2022.
4. Pengembangan Teknologi Ritel
Baca Juga: Tips dan Trik Mengelola Keuangan Usaha bagi Pengusaha Pemula
Djoko meluncurkan aplikasi Alfagift (2019) untuk menampilkan promo digital, dan berkolaborasi dengan startup teknologi virtual reality, WIR Asia, untuk menjajaki kehadiran di metaverse sejak 2022.
5. Real Estate & Bisnis Keluarga
Putra Djoko Feny, Budiyanto, dan Hanto sudah aktif dalam mengelola perusahaan keluarga.
Hanto memimpin unit real estate “Alfaland”, Budiyanto sebagai Wakil Ketua, serta Feny sebagai Direktur Utama sejak 2023.
Kisah Djoko Susanto mencerminkan klasik perjuangan wirausahawan: memulai dari lapak kecil di Pasar Arjuna, menjual rokok klobot pada usia 17.
Berkat kejelian dan kemitraan awal dengan Putera Sampoerna, ia membangun jaringan pasar modern.
Ketika hak retail dilikuidasi oleh Altria, Djoko mengakuisisi kontrol mayoritas dan membukukan pertumbuhan spektakuler melalui IPO dan ekspansi toko.
Penampilannya bersama para taipan di IKN tak hanya simbolis.
Saat itu, Djoko sempat menyatakan komitmen membangun Alfamart di IKN, meski masih menunggu kepastian lahan.
Kehadiran tersebut memperkuat kesan bahwa 9 Naga memiliki akses strategis terhadap kebijakan dan proyek besar nasional.
Djoko Susanto bukan hanya pendiri ritel; ia adalah kekuatan bisnis Indonesia yang signifikan.
Dari pasar tradisional hingga pasar modern, dari ritel domestik ke internasional, hingga fintech dan real estate, portfolio bisnisnya mencerminkan keuletan dan visi besar.
Baca Juga: Ingin Buka Usaha Waralaba Indomaret? Ini Estimasi Biaya dan Persyaratannya
Sebagai bagian dari 9 Naga, Djoko berada di inti kekuasaan ekonomi yang juga dekat dengan kekuasaan politik.
Di tangan taipan seperti ia, ekonomi ritel Indonesia terus bergerak cepat, menjelma menjadi salah satu sektor penting yang menopang pertumbuhan nasional.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









