Banten

Miris! Praktik Pengusaha Curang Sulap Beras Medium Jadi Premium, Mentan: Ini Merugikan Rakyat, Akan Kami Tindak

Syahganda Nainggolan | 27 Maret 2025, 11:59 WIB
Miris! Praktik Pengusaha Curang Sulap Beras Medium Jadi Premium, Mentan: Ini Merugikan Rakyat, Akan Kami Tindak

AKURAT BANTEN - Tindakan curang oleh oknum tak bertanggung jawab yang merugikan masyarakat kembali terungkap.

Kali ini terkuak adanya praktik menyulap beras medium menjadi beras premium dengan cara menipu.

Baca Juga: Muncul Dugaan Perselingkuhan Ridwan Kamil Usai Pengakuan Seorang Wanita Bongkar Isi DM Instagram

Praktik ini diungkap oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengaku telah melakukan uji sampel.

“Kami ke beberapa tempat, kami sudah ambil sampelnya, kami cek, ternyata isinya medium, tapi tulisnya premium,” kata Amran di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Rabu, 26 Maret 2025.

“Itu merugikan masyarakat, merugikan rakyat Indonesia,” tambahnya.

“Sampaikan ke semua pengusaha, jangan medium dialihkan menjadi premium, isinya medium, tapi tulisnya premium,” ujarnya.

Namun, ia enggan memberi tahu lebih dalam lagi tentang wilayah atau pengusaha yang melakukan kecurangan tersebut.

Amran mengatakan kalau pemerintah akan melakukan pemeriksaan di seluruh wilayah dan menindak tegas pelaku praktik kecurangan tersebut.

Baca Juga: Boikot Global Bikin Tesla Terpuruk, Harganya Anjlok hingga 76%

“Sebentar lagi kami cek seluruh Indonesia,” kata Amran lagi.

Sebelumnya,takaran beras di pasaran juga dipangkas oleh oknum tak bertanggungjawab.

Amran mengungkapkan mereka telah mendapatkan laporan dan perlu menindak kecurangan-kecurangan terkait distribusi beras ini.

Di tahun 2025, menurut data dari Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), sudah ada 9 pelaku usaha yang diketahui mengurangi takaran beras di pasaran dan mendapatkan sanksi administratif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.