Hari Perempuan Internasional 2024: Lengkap Tema, Makna dan Sejarahnya!

AKURAT BANTEN - Hari Perempuan Internasional atau dikenal dengan International Women’s Day merupakan hari spesial dan istimewa bagi seluruh perempuan hebat di dunia.
Peringatan Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap tanggal 8 Maret. Perayaan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh perempuan dunia dan memberikan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender, menghapus diskriminasi hingga jaminan pemenuhan HAM.
Tahun 2024, Tema yang diusung UN Women pada Hari Perempuan Internasional yaitu “Invest in Women: Accelerate Progress” yang artinya “Berinvestasi pada perempuan: Mempercepat Kemajuan.”
Dengan tema yang diusung, ini menjadi bentuk perjuangan untuk meningkatkan kesetaraan gender serta kesejahteraan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Makna Perayaan Hari Perempuan Internasional
Setiap tahun, perayaan Hari Perempuan Internasional selalu mengusung tema yang berbeda. Tahun 2024 kali ini, Hari Perempuan Internasional menyuarakan tagar Inspire Inclusion. Berikut merupakan makna perayaan International Women’s Day diantaranya untuk:
- Meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan perempuan.
- Sebagai bentuk perayaan pencapaian wanita
- Seruan perubahan positif untuk memajukan perempuan
- Meningkatkan kesetaraan gender
- Penggalangan dana untuk badan amal dengan berfokus kepada wanita.
- Penasaran dengan sejarah Hari Perempuan Internasional? Berikut penjelasan mengenai sejarahnya.
Baca Juga: Kisah Malaikat Penjaga Matahari Dan Seorang Pemuda Terkait Ajal Manusia
Sejarah Hari Perempuan Internasional
Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati pada bulan Maret tahun 1911. Awalnya pada tahun 1908 terjadi penindasan dan ketidaksetaraan di kalangan perempuan yang mengakibatkan terjadinya kerusuhan dan perdebatan kritis di kalangan perempuan.
Sejak kejadian tersebut, akhirnya perempuan selalu berupaya untuk menjadi lebih bersuara dan aktif dalam setiap pergerakan yang terus berlanjut hingga di tahun 1911.
Sejak saat itu, tepatnya di Kopenhagen, Denmark terjadi persetujuan bulat untuk mendirikan Hari Perempuan Internasional.
Baca Juga: Film Biografi Bob Marley: One Love Tayang di Indonesia, Perjalanan Kisah Sang Legenda Reggae Dunia
Negara-negara seperti Austria, Denmark, Jerman dan Swiss menjadi negara pertama yang menjalankan peringatan internasional pada 19 Maret. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya Rusia menyusul untuk merayakan peringatan Hari Perempuan Internasional pada 23 Februari.
Hingga saat ini Hari Perempuan Internasional masih terus diperingati sebagai bentuk peningkatan kesetaraan dan menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan di seluruh dunia.
Semoga dengan dilakukan perayaan Hari Perempuan Internasional menjadi langkah awal perempuan untuk tetap selalu maju dan menyuarakan peningkatan sosial, ekonomi, budaya dan segala aspek kehidupan lainnya yang menyangkut kesejahteraannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa









