Banten

Dunia Terlihat Berbeda: Mengenali Ciri-Ciri Buta Warna dan Langkah Mudah untuk Tes

Saeful Anwar | 5 Mei 2025, 10:16 WIB
Dunia Terlihat Berbeda: Mengenali Ciri-Ciri Buta Warna dan Langkah Mudah untuk Tes

 

AKURAT BANTEN-Pernahkah Anda merasa kesulitan membedakan warna baju antara biru tua dan ungu? Atau mungkin seringkali keliru saat memilih buah yang matang karena perbedaan warnanya tampak samar?

Jangan anggap sepele, bisa jadi ini adalah indikasi adanya gangguan penglihatan warna atau yang lebih dikenal dengan buta warna.

Buta warna bukanlah kondisi kegelapan visual, melainkan sebuah keadaan di mana mata kesulitan untuk membedakan nuansa warna tertentu.

Baca Juga: Mengungkap Misteri di Balik Tanda Lahir: Lebih dari Sekadar Bercak di Kulit

Bayangkan sebuah lukisan indah dengan jutaan gradasi warna; bagi sebagian orang, palet yang kaya ini mungkin terlihat jauh lebih sederhana. 

Umumnya, pria memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami kondisi ini dibandingkan wanita, dan faktor genetik memegang peranan penting dalam banyak kasus. 

Namun, perlu diingat bahwa cedera mata atau masalah kesehatan tertentu juga dapat memicu terjadinya buta warna.

Baca Juga: Polemik Status Direksi-Komisaris BUMN: Bukan Penyelenggara Negara? KPK Lakukan Kajian Mendalam

Lantas, bagaimana cara kita mengenali ciri-ciri buta warna pada diri sendiri atau orang terdekat? 

Berikut beberapa petunjuk yang patut diwaspadai:

1. Kesulitan Membedakan Warna Serupa: Ini adalah ciri yang paling umum. Seseorang mungkin kesulitan membedakan antara merah dan hijau, biru dan kuning, atau bahkan nuansa abu-abu yang berbeda.

2. Kebingungan Saat Melihat Warna Tertentu: Situasi sehari-hari seperti memilih pakaian, membedakan lampu lalu lintas, atau mengidentifikasi buah matang bisa menjadi tantangan.

Baca Juga: Dinas PUPR Kabupaten Lebak Alokasikan Pagu Anggaran Untuk 19 Titik Paket Jalan

3. Melihat Warna dengan Nada yang Berbeda: Beberapa orang dengan buta warna mungkin melihat warna tertentu dengan nada yang tidak lazim bagi orang dengan penglihatan warna normal. 

Misalnya, warna merah bisa terlihat lebih cokelat atau hijau tampak keabu-abuan.

 * Ketergantungan pada Petunjuk Lain: Orang dengan buta warna seringkali mengandalkan petunjuk lain selain warna untuk mengidentifikasi sesuatu. Misalnya, mereka mungkin membedakan tomat matang bukan dari warnanya, tetapi dari teksturnya atau posisinya di antara buah yang lain.

Baca Juga: Canggih dan Nyaman! Intip Fasilitas Mewah Terminal 2F Khusus Haji dan Umrah yang Baru Diresmikan Prabowo Subianto

 * Riwayat Keluarga: Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat buta warna, kemungkinan Anda atau anggota keluarga lainnya juga mengalaminya akan lebih tinggi.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan ciri-ciri di atas, jangan ragu untuk melakukan langkah-langkah tes sederhana berikut ini:

Langkah-Langkah Tes Buta Warna yang Perlu Diketahui:

 * Tes Ishihara: Melihat Angka Tersembunyi di Balik Titik-Titik Warna

   Tes Ishihara adalah metode skrining buta warna yang paling umum dan mudah diakses. Tes ini menggunakan serangkaian gambar yang terdiri dari titik-titik berwarna dengan pola tertentu.

Di dalam pola titik-titik ini, tersembunyi angka atau bentuk yang hanya dapat dilihat dengan jelas oleh orang yang memiliki penglihatan warna normal.

Jika seseorang mengalami buta warna, mereka akan kesulitan atau bahkan tidak dapat melihat angka atau bentuk tersebut. Tes Ishihara sering tersedia di optik atau fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Canggih dan Nyaman! Intip Fasilitas Mewah Terminal 2F Khusus Haji dan Umrah yang Baru Diresmikan Prabowo Subianto

 * Tes Farnsworth-Munsell 100 Hue: Menguji Kepekaan Terhadap Nuansa Warna

   Tes ini melibatkan serangkaian disk warna kecil dengan nuansa yang sangat mirip. Tugas peserta tes adalah mengurutkan disk-disk tersebut berdasarkan gradasi warnanya.

Kesalahan dalam pengurutan dapat mengindikasikan adanya defisiensi penglihatan warna dan bahkan dapat membantu mengidentifikasi jenis buta warna yang dialami.

Tes ini biasanya dilakukan oleh profesional kesehatan mata.

Baca Juga: 7 Cara Menabung Cerdas untuk Membeli Barang Impian Tanpa Merasa Terbebani: Simak Tips Jitu yang Bisa Kamu Terapkan Sekarang!

Pentingnya Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata:

Meskipun tes-tes di atas dapat memberikan indikasi awal, diagnosis pasti buta warna hanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis mata melalui pemeriksaan yang lebih komprehensif.

Dokter akan dapat menentukan jenis dan tingkat keparahan buta warna yang dialami serta memberikan saran terbaik untuk menghadapinya dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan tunda untuk memeriksakan mata Anda secara rutin. Pemeriksaan mata bukan hanya untuk mengidentifikasi buta warna, tetapi juga penting untuk mendeteksi dini berbagai gangguan penglihatan lainnya yang mungkin tidak Anda sadari.

Baca Juga: 5 Tips Mengupas Bawang Putih Tanpa Mata Perih, Cepat dan Efektif, Bisa Langsung Dicoba!

Dengan deteksi dini, langkah penanganan yang tepat dapat segera diambil untuk menjaga kesehatan mata Anda.

Memahami ciri-ciri buta warna dan mengetahui langkah-langkah tesnya adalah langkah awal yang penting untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi ini.

Ingatlah, dunia mungkin terlihat sedikit berbeda bagi sebagian orang, dan pemahaman kita dapat membuat perbedaan besar dalam kehidupan mereka (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman