Waduh! Akibat Blank Spot Program Digitalisasi Desa di Banten Terhambat

AKURAT BANTEN - Masih terdapat wilayah di Banten yang tidak terjangkau sinyal internet alias blank spot, sehingga program digitalisasi desa jadi terhambat.
Disampaikan Sekretaris Apdesi Banten Rafik Rahmat Taufik, banyaknya titik blank spot di Provinsi Banten membuat program digitalisasi desa berjalan lambat alias alot.
“Bagaimana desa mau mengembangkan digital, kalau internetnya itu tidak ada,” kata Rafik kepada Akurat Banten, Senin (22/1/2024).
Baca Juga: Beri Salam 2 Jari, 3 Pendukung Prabowo Termasuk Perempuan Dipukuli Pendukung Ganjar
Blank spot ini menurut Rafik, menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Ia mengatakan, bahwa membuat menara BTS agar tidak terjadi blank spot membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Meski demikian, pihaknya berharap kendala itu dapat diselesaikan dengan adanya koordinasi yang akurat dari Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat.
“Kita ingin bagaimana caranya titik blank spot dapat teratasi, sehingga desa-desa yang punya kreasi tapi terkendala dengan akses internet bisa tersalurkan,” ungkapnya.
Senada disampaikan Ketua Apdesi Kabupaten Lebak, Usep Pahlaludin. Kreasi yang dimiliki desa di Lebak lambat terakses itu karena terkendala akses internet.
Persoalan tersebut kata Usep, menjadi PR yang harus diperhatikan pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga: Hindari Kasus TPPO, Disnaker Lebak Imbau TKI Asal Lebak Gunakan Jalur Resmi
"Untuk menuntaskan itu perlu adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga program digitalisasi desa bisa segera terealisasi dengan baik," katanya.
Rafi menambahkan, Pemerintah Desa di Banten umumnya mengaku siap mewujudkan program digitalisasi desa, namun ia berharap kesiapan dari Pemerintah Desa bisa disupport oleh Pemerintah yang menyediakan sarana dan infrastruktur penunjang seperti akses internet.
“Kalau Pemerintah Desa ini berada di posisi siap untuk mengembangkan digitalisasi desa. Karena ketiadaan akses internet membuat beberapa desa tidak bisa merealisasikan. Nah kami berharap pada Pemerintah bisa memberikan support agar desa-desa di Banten bisa menjadi desa yang maju dan berdaya saing,” imbuh Kepala Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah yang berangkat dari Jurnalis ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus








