Banten

DUKU dan KOKOSAN Seperti Dua Gadis KEMBAR, Cuma Beda MANIS!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 24 September 2023, 12:48 WIB
DUKU dan KOKOSAN Seperti Dua Gadis KEMBAR, Cuma Beda MANIS!

AKURAT BANTEN - Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah variasi dan variabilitas kehidupan di Bumi. Keanekaragaman hayati biasanya merupakan ukuran variasi pada tingkat genetik, spesies, dan ekosistem hal tersebut bisa terjadi karena:

1. Biodiversitas daratan (terestrial) biasanya lebih besar di sekitar khatulistiwa

2.Akibat iklim yang hangat dan produktivitas primer (aliran energi) yang tinggi

3. Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di Bumi, dan paling bervariasi di daerah tropis, Meskipun ekosistem hutan tropis hanya mencakup 10 persen dari permukaan Bumi (Wikipedia).

Indonesia adalah negara tropis yang telah dikaruniai dengan keindahan alam dan sangat identik dengan keaneka ragaman hayati yang tersebar dari sabang sampai Merauke maka sering kali negeri ini disebut sebagai surga tersembunyi di lintas katulistiwa.

Keanekaragaman tersebut membuat berbagai jenis tanaman dapat tumbuh bahkan jenis tanaman yang sama karena berbeda ketinggian menghasilkan rasa yang berbeda pula seperti buah duku dan kokosan sering disebut sebagai saudara kembar tapi berbeda rasa. Hal ini sering terjadi khususnya pada buah-buahan yang tumbuh di Indonesia.

Baca Juga: Ini 11 Manfaat Buah Melinjo, Nomor 1 untuk Mencegah Penyakit Stroke

Kedua buah tersebut memiliki tekstur yang sama sehingga sering disebut sebagai dua saudara kembar bersaudara. Padahal memiliki banyak perbedaan yang tidak diketahui oleh seluruh kalangan masyarakat.

Apa sih bedanya duah duku, langsat dan kokosan? Keduanya masih dalam jenis pohon yang sama yaitu Lansium domesticum cuma beda varietas saja. Seperti keluarga besar Mangga ada mangga madu, mangga arumanis dan mangga apel satu spesies namun beda varietas.

Duku dan kokosan, Keduanya mempunyai kulit buah yang berwarna kuning cerah, Buah duku dan kokosan mudah di jumpai pada saat musimnya, biasa dijajakan oleh penjual buah di pinggir jalan. Karena harganya yang reltif terjangkau membuat buah ini banyak digemari oleh masyarakat.

Sebetulnya Duku dan kokosan adalah jenis buah-buahan anggota suku Meliaceae keduanya sepintas sangat mirip bentuk buahnya dan kebanyakan orang menyebutnya buah Duku, namun sebenarnya Duku berbeda dengan Kokosan.

DUKU

Kelompok yang dikenal sebagai duku (Lansium domesticum var. duku) umumnya memiliki pohon yang bertajuk besar, padat oleh dedaunan yang berwarna hijau cerah, dengan tandan yang relatif pendek dan berisi sedikit buah. Butiran buahnya besar, cenderung bulat, berkulit agak tebal hampir tidak bergetah bila matang, umumnya berbiji kecil dan berdaging tebal, manis dan masam, berbau harum.

Duku biasa di tanam di daerah dataran rendah pada ketinggian 600 M.DPL di wilayah dengan curah hujan antara 1.500-2.500 mm per tahun. Tanaman ini dapat tumbuh dan berbuah baik pada berbagai jenis tanah, terutama tipe tanah latosol, podsolik kuning, dan aluvial. Duku menyenangi tanah bertekstur sedang dan berdrainase baik, kaya bahan organik

Sementara itu varietas duku tidak menyukai penggenangan dan umumnya berbuah sekali dalam setahun, sehingga dikenal adanya musim buah duku. Musim ini dapat berlainan antar daerah, namun umumnya terjadi di sekitar awal musim hujan. Ada beberapa varietas duku. Mulai dari duku palembang yang berkulit tebal serta berwarna agak "kemerahan" sampai duku condet yang berkulit tipis dan berwarna agak kehijauan.

KOKOSAN

Kokosan (L. domesticum var. aquaeum) dibedakan oleh daunnya yang berbulu, tandannya yang penuh buah berjejalan sangat rapat, dan kulit buahnya yang berwarna kuning tua. Butir-butir buah umumnya kecil, berkulit tipis dan sedikit bergetah, namun sukar dikupas. Sehingga buah dimakan dengan cara digigit atau dipijit agar kulitnya pecah. Kokosan lebih tahan terhadap perubahan musim, dan dapat bertahan di musim kemarau asalkan cukup ternaungi dan mendapatkan sedikit air.

Bentuk pohonnya hampir sama dengan pohon duku; namun bentuk daunnya lebih lanset, bulu daun lebih lebat dan kasar, bunga lebih Panjang, dan buahnya lebih kecil. Kadang daging buahnya berwarna kuning kemerah-merahan dengan biji relatif besar dan berdaging tipis berair. Kokosan umumnya berasa asam sampai asam sekali. Buah Kokosan ini biasanya dijual berikut tangkainya, karena buah yang matang masih kuat menempel di tangkai buah.

Manfaat lain dari buah kokosan adalah untuk kesehatan dipercaya sebagai obat tradisional yang dapat menyembuhkan penyakit malaria, membunuh berbagai bakteri jahat, hingga menyembuhkan tumor dan kanker. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.