Leuweung Titipan Gedogan, Wisata Sakral di Lebak Banten

AKURAT BANTEN - Masyarakat Desa Lebaktipar, Kabupaten Lebak, Banten, menggelar Edu Camp bertajuk Ekspedisi Kawasan Karst Series 1.
Acara berlangsung di Leuweung Titipan Gedogan, dengan diisi ritual doa bersama yang dihadiri 93 orang perwakilan warga, pemerintah desa (Pemdes) Lebaktipar dan masyarakat.
Keberadaan Leuweung Titipan Gedogan memiliki nilai sejarah yang kental bagi masyarakat setempat. Bahkan, bisa dibilang Leuweung Titipan Gedogan dianggap sakral.
Baca Juga: Tak Kenal Maka Tak Sayang! Kenali Sosok Anies Baswedan Calon Presiden RI 2024-2029
Kepala desa (Kades) Lebaktipar, Didi Dulyani mengaku sangat menyambut baik acara Edu Camp tersebut.
Dukungannya itu bukan tanpa sebab, karena Leuweung-leweung titipan di daerah itu, termasuk Gedogan sekarang ini sudah jadi milik PT. Gama Grup.
“Dulu Leuweung Titipan tidak ada pemilik, gak boleh dimiliki, pamili, wangsit," ujar Didi Dulyani, sabtu (28/10/2023).
“Dari Leuweung Titipan ini, Air muncul di belakang kampung. Musim kemarau belum pernah kekeringan. Dibanding ditambang mending jadi wisata,” sambungnya.
Hal hampir senada disampaikan sesepuh Kampung Tipar, Abah Tohir.
Dia mengatakan, Leuweung Titipan di Lebaktipar ada 4 (empat), yaitu Papadon, Gedogan, Wawangunan, Pabeasan, Pamegat.
Baca Juga: Banyak Generasi Millenial Belum Paham Sholat Jenazah, Begini Tata Cara dan Bacaannya
“Papadon itu artinya ‘Teumeunang di guna sika’ (tidak boleh dirusak), namanya juga titipan ya harus dijaga," tambahnya.
Batuan terumbu Karst
Pendapat yang lain ditambahkan Ketua Pokdarwis Lebaktipar, Algar.
Dia menyebut semua Leuweung titipan di kawasan itu mengelilingi Lebaktipar. Hampir semuanya disusun oleh batuan terumbu atau Karst.
“Karst-karst ini berfungsi menyerap Air kedalam Bumi, sehinga mata Air muncul di beberapa titik sekitar Kampung”, tambah Algar.
“Selain itu, kars-karst ini, sebagai penahan air permukaan sehingga kampung tidak banjir. Juga sebagai peredam panas dan dingin”, lanjut Algar.
“Soal Leuweung Titipan disini sudah jelas sejarahnya. Mestinya, seluruh pihak sadar bahwa Leweung Titipan di Lebaktipar, tidak boleh diganggu, dimiliki, apalagi dirusak," pungkas Algar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 4Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 5Gibran Disebut Berpotensi Diganti, 10 Nama Ini Muncul dalam Prediksi Pengamat, Ada Puan dan AHY!
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 8Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!





