Banten

Banyak Keluhan Masyarakat, Apotek Kimia Farma Karang Tengah Cuma Bisa Pasrah

Noudhy Valdryno | 21 September 2023, 21:50 WIB
Banyak Keluhan Masyarakat, Apotek Kimia Farma Karang Tengah Cuma Bisa Pasrah

AKURAT BANTEN - Pengelola apotek Kimia Farma Karang Tengah, Kota Tangerang, Dwi Hayatunnufus mengakui banyaknya keluhan dari warga terkait apotek yang dikelolanya.

Keluhan yang kerap datang dari warga, selain dari pelayanan, juga harga obat yang terlalu mahal yang dijual apotek anak perusahaan BUMN tersebut.

Kita juga sudah info ke pusat ya. Memang selalu ada salah dari harga candesartan generik. Memang dari distributornya cukup mahal.

Baca jugaMotor Oleng dan Jatuh, Pengendara Wanita Tewas Terlindas Truk di Cengkareng

"Memang banyaknya komplain dari masyarakat, karena apotek kompetitor kita yang harganya jauh lebih murah, ujar Dwi kepada Akurat Banten, Kamis (21/9/2023).

Pengelola Apotek Kimia Farma Karang Tengah, yang akrab disapa Nufi itu juga menyebutkan, pihaknya tidak mengetahui bagaimana apotek lainnya bisa menjual harga yang lebih murah.

"Kita Juga tidak tahu kenapa bisa lebih murah, apakah mereka menjual obat BPJS atau membeli obat generik secara reguler," kata Nufi.

Namun untuk saat ini, kata Nufi, pihaknya menjual harga mahal, namun tidak diatas harga HET, karena sekarang sudah ada aturannya.

"Jadi dari sistem dari pusat sudah meminimalisir harga yang diatas HET. Kalau harga dari kita lebih mahal dari kompetitor, tergantung dari pusat," terangnya.

Namun jika memang masih ditemukan harga yang lebih mahal dari HET yang daftar di kemasan, Nufi mengakui, bahwa obat-obatan tersebut merupakan stok lama.

Baca jugaViral! Gus Iqdam Diperlakukan Tidak Menyenangkan di Imigrasi Bandara Soetta, Cek Fakta Sebenarnya

"Kalau ada harga yang kita jual diatas HET, itu kan produk-produk dari sebelumnya setahun atau 2 tahun lalu, jadi kita tidak bisa mengikuti. Karena mengacu dari faktur pembelian kita sebelumnya," tuturnya.

Terkait keluhan adanya tindakan yang tidak profesional dalam pelayanan terkait pemberian struk manual kepada pembeli, Nufi menyebutkan, hal tersebut lantaran produk yang dibeli customer belum masuk sistem.

"Jadi karena stok obatnya itu belum masuk ke sistem. Karena kita harus entry faktur juga. Jadi kalau barang baru datang, otomatis stoknya ga ada di sistem. Jadi ga bisa ngasih struk yang aslinya dari sini," akunya. 

Sehingga, lanjut Nufi, pihaknya hanya memberi struk manual dan meminta nomor telepon, yang nantinya kita kirim struk asli via WA.

"Tapi memang kita harusnya ngasih struk asli. Biasanya kalo nomornya di kasih kita, pas kita entry kita kirimkan struk aslinya," katanya.

Baca jugaMiris! Milenial di Pandeglang Banyak yang Ogah Gunakan Identitas Kependudukan Digital

Dan terkait taka ada nama obat pada struk manual, Nufi mengakui adanya kesalahan dari pihaknya.

"Biasanya kita tulis nama - nama obatnya yang mereka tebus. Kalau tidak ada sama sekali ada nama obatnya, berarti kesalahan frontliner yang ceroboh tidak memberi keterangan," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, banyaknya masyarakat yang mengeluhkan pelayanan Apotek Kimia Farma di Karang Tengah, Kota Tangerang yang dianggap tidak profesional dalam pelayannya.

Selain seringkali memberikan struk manual tanpa nama obat, harga di apotek anak perusahaan BUMN tersebut juga dianggap jauh lebih mahal dibanding apotek lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.